|
Musim kemarau selalu dilalui warga dengan kekurangan air bersih, tampungan tadah hujan selalu kurang memenuhi kebutuhan sehari – hari. Ada yang digunakan untuk keluarga saja kurang apalagi untuk memenuhi kebutuhan hewan ternak. Dalam setiap musim kemarau pengeluaran warga selalu bertambah,karena air tadah hujan yang telah di tampung selama musim hujan telah habis. Sedang harga air selalu bertambah karena sangat beratnya jalan menuju lokasi dengan ketinggian ± 1200 mdpl. Harga per tangki untuk wilayah pajegan, canguk, gritingan desa tegalmulyo Rp200.000,-per tangki dengan kapasitas 5000 liter. selengkapnya KFM, Magelang– Setiap daerah diminta membentuk lembaga atau komisi penanggulangan Aids (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Biaya kegiatannya dianggaran dalam APBD. Namun di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah Komisi tersebut belum berfungsi maksimal. selengkapnya KFM, Magelang- Puluhan berkas pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, tidak memenuhi syarat yang di tentukan paitia, sementara tidak ada ketentuan bagi panitia untuk mengembalikan berkas tersebut, sehingga pelamar otomatis dinyatakan gugur.selengkapnya KFM, Magelang– Sudah menjadi rutinitas, setiap menjelang musim tanam, harga pupuk kandang naik dibanding sebelumnya. Kenaikan harga tersebut, sudah terjadi sejak sebulan terakhir atau petani mulai mempersiapkan lahan pertaniannya. Dari pantauan KFM diwilayah Kecamatan Muntilan dan Mungkid, Jum”at (06/11) kenaikan harga pupuk kandang mencapai Rp 25.000 hingga Rp 30 ribu per rit (satu mobil jenis L 300 atau colt) dari sebelumnya sebesar Rp 100.000.selengkapnya KFM, Magelang- Tujuh hari sejak pendaftaran on line untuk penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) diwilayah Kabupaten Magelang dibuka, jumlah peminat yang mendaftar sudah mencapai sekitar 2500 orang. Kepala Bagian Humas dan Protokol, Drs Djanu Trepsilo mengatakan, jumlah pendaftar diperkirakan akan terus bertambah, mengingat pendaftaran baru akan ditutup Senin (9/11) mendatang. selengkapnya Ketika ada sekelompok orang atau komunitas yang membentuk atau melestarikan kebudayaanya sebagai kampanye Pelestarian Lingkungan kadang terbentur yang namanya Musrik, Sirik, tahayul, padahal kearifan local yang mereka pertahankan adalah salah satu upaya agar Ala mini tetap Lestari ; contoh riilnya adalah “ nenek Moyang kami melarang kencing kencing buang air di bawah pohon Beringin atau pohon besar lainya.selengkapnya Radio komunitas lintas merapi, radio yang hidup si kawasan rawan bencana merapi , memang sangat berguna untuk kesiapsiagaan masyarakat di komunitasnya, bukan saja soal-soal yang menyangkut gunung merapinya,bukan saja sebagai alat untuk informasi Gunung merapi tetapi juga sebagai wadah kegiatan masyarakat di sekitarnya.selengkapnya
Pariwisata yang berkembang di Negri tercinta Ini menurut Kami Lintas merapi Yang paling ikut andil Kerusakan Lingkungan,misalnya Warga yang tinggal di kawasan/daerah pariwisata hanya mendapatkan sampah yang di bawa pengunjung/Wisatawan,Gara-gara Suatu Lokasi menjadi Pariwisata Ramai-ramai membangun Hotel,Mall,dll, yang ini sangat tidak mendidik Generasi Kita ,(Konsumtif),belum lagi kalu pedagang kaki lima di anggap yang merusak pemandangan,keindahan, padahal hal yang mudah untuk kita beri kesadaran tentang kebersihan,menjaga lingkungan dll, tetapi Dasar Memang Negri ini Negrinya Pemodal Tetap saja kelompok ini di gusur di mana-mana,hanya sedikit PENGUASA yang berpikir misalnya : Pabrik Product Makanan Wajib menempatkan Bak Sampah dan Mengambilnya di Tempat-tempat Pariwisata,dan Tempat umum lainya,kalau di hitung andilnya besar dalam pencemaran lingkungan,(TANGGUNG JAWAB KITA SEBAGAI RAKYAT YANG TIDAK PUNYA KAPITAL APA YAAA..)selengkapnya KFM, Magelang- Sebanyak 85 desa yang akan dipromosikkan sebagai Desa Wisata di wilayah Jawa Tengah, saat ini telah siap digarap oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Jateng. Namun hingga tahun ini, baru 22 diantaranya yang terealisasi.selengkapnya Meriah Tampa Liputan Media, 800 lebih peserta penuhi Deles Indahselengkapnya selengkapnya KFM, Magelang- Dua hari pasca bencana alam angin puting beliung yang menerjang tiga desa di Kecamatan Pakis, lereng barat kaki Gunung Merbabu, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada selasa dinihari kemarin, warga belum juga mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat. selengkapnya KFM, Magelang- Angin puting beliung kembali memporak porandakan rumah warga. di Magelang, Jawa Tengah, sedikitnya 120 rumah warga rusak, Dua diantaranya roboh total. Putting beliung tersebut melanda Dusun Kiyudan, Desa Ketundan, Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang dini hari tadi.selengkapnya KFM Magelang- Puluhan awak angkutan kota jalur 8 dan 9, menggeruduk kantor Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Magelang, Jawa Tengah. Mereka memprotes keberadaan plat hitam yang selama ini selalu menyerobot penumpang sehingga merugikan mereka yang memiliki trayek resmi.selengkapnya KFM, Magelang- Sebanyak 715 ruang kelas di 255 Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di 21 Kecamatan se Kabupaten Magelang, Jawa Tengah akan di renofasi pada tahun 2009 ini, Pemerintah menganggarkan 50 Millyar untuk pelaksanaan program tersebut, dana diambilkan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN.selengkapnya KFM, Magelang– Pulang dari menual jahe, Mbah Samini (65) warga Dusun Jombang, Desa Mangunrejo, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, tewas disruduk celeng (babi hutan) Selasa (13/10) sore sekitar pukul 17.00 wib. Korban tewas dalam perjalanan ke Puskesmas setempat.
Kapolsek Kajoran, AKP Edi Sugiyanto mengataakan sore itu korban pulang dari menjual jahe ke seorang pengepul tak jauh dari rumahnya. Malang bagi korban, ditengah perjalanan dari arah belakang, muncul seekor celeng yang terlihat marah dan berlari sangat cepat dari arah hutan Gunung Potorono.
Korban yang tidak melihat kedatangan hewan yang diperkirakan berbobot dua kwintal tersebut, tak sempat menghindar. Akibatnya, ia tertubruk dan mengalami luka cukup parah dibagian punggung dan paha. Karena luka tersebut, korban mengeluarkan darah cukup banyak.
“Mungkin, korban tewas akibat kehabisan darah. Terlihat dari lukanya yang cukup parah, terutama dibagian punggung dan paha,” kata Edy yang ditemui usai pemakaman korban Rabu (14/10).
Sesaat setelah kejadian itu, Salamun anak korban yang kebetulan berada tidak jauh dari tempat kejadian segera mendekat dan membopong ibunya yang menderita luka parah, ke Puskemas setempat. Sedang beberapa tetangga korban yang mendengar kabar itu, langsung mengontak Hendarto. seorang pemburu binatang yang tinggal di Desa Karangsari.
Bersama sejumlah warga dan delapan anjing pelacak, mereka segera mengejar babi hutan pembawa petaka tadi. "Dalam waktu singkat, binatang itupun tewas dihujani beberapa tumbak yang dibawa warga," imbuh Camat Kajoran, Bambang Prasetyo Hariyadi, ditempat yang sama.
Dikatakan Bambang, beberapa jam sebelum menyerang korban, hewan tersebut masuk ke Dusun Dalangan, Desa Krumpakan. Sejumlah warga yang melihatnya langsung bergerak menghajar binatang itu hingga mengalami terluka dan kabur.
“Hutan di Gunung Potorono, memang dikenal sebagai hutan lindung dan kawasan terlarang. Karena, didalam hutan itu, diduga masih banyak hewan-hewan yang juga dilindungi oleh negara. Diantaranya, harimau, babi hutan, elang jawa dan yang lain. Karena itu, kedepan kami minta warga untuk berhati-hati dan tidak mencoba mengganggu kehidupan mereka,” imbuhnya. (Ahmad Muslim) selengkapnyaKFM Magelang- Perhatian Pemerintah terhadap warganya yang pernah mengharumkan nama bangsa ini masih kurang, fakta tersebut dibuktikan oleh seorang pendaki wanita pertama Indonesia bahkan Asia Tenggara yang berhasil menaklukkan mount everest, namun saat ini harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa Prof Dr Soerojo Magelang. diduga ia mengalami gangguan kejiwaan karena merasa prestasinya kurang dihargai. selengkapnya KFM Magelang- Pemkot Magelang melalui Bantuan Stimulan Pembangunan Perumahan Swadaya (BSP2S) menyerahkan dana stimulan kepada 50 masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kelurahan Magelang, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang.
Menurut Plt Kepala Bapeko Magelang, Sumartono bantuan yang sudah diberikan pada Selasa (6/10) lalu tersebut ditujukan untuk mewujudkan perumahan yang sehat, nyaman, aman dan serasi, selain itu bantuan juga ditujukan untuk membantu perbaikan rumah dan penyediaan, sarana dan kualitas perumahan yang ada di Kota Magelang.
“Program Peningkatan Kualitas Perumahan (PKP) ditujukan untuk membantu perbaikan rumah dan penyediaan sarana dan kualitas lingkungan perumahan,”kata Sumartono yang di temui diruang kerjanya (9/10).
Ia mengatakan, bantuan yang diberikan berupa dana untuk perbaikan rumah yang penyalurannya melalui lembaga keuangan mikro atau lembaga non bank atau koperasi. Sedangkan sumber dana tersebut merupakan hibah dari pemerintah.
Sumartono menjelaskan, pada tahun 2009 ini Kota Magelang mendapatkan alokasi program peningkatan kualitas perumahan (PKP) sebesar Rp 285.000.000, dengan perincian peningkatan kualitas (PK) 50 unit rumah (masing-masing mendapat Rp5juta) dan peningkatan Sarana Umum (PSU) Rp35.000.000.
”Sedangkan untuk dana stimulan yang diserahkan hari ini ( Selasa 6/10,kemarin) yakni untuk tahap I sebesar 50% kepada 50 MBR masing-masing mendapatkan Rp2.500.000 dan 50% untuk PSU sebesar Rp 17.500.000,”imbuhnya.
Menurutnya, program tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah dalam rangka implementasi Millenium Development Goals(MDG’s) yang bertujuan untuk mengurangi kawasan kumuh di Kota Magelang.
Ia berharap setelah diserahkan dana tersebut, masyarakat segera melaksanakan pekerjaan sesuai dengan proposal yang diajukan.
”Kami juga akan melakukan monitoring dan rata-rata pekerjaan diselesaikan minimal mencapai 30 %. Untuk pencairan tahap II akan dilaksanakan untuk melanjutkan pekerjaan perbaikan perumahan dan peningkatan sarana umum bila mencapai 100%,”katanya.(Ahmad Muslim)selengkapnya KFM Magelang- Untuk mengerahkan bantuan bagi korban gempa di Sumatera Barat, warga asal Minangkabau di Magelang membuka Posko Penyaluran Bantuan. Uniknya, pengumpulan dana di posko itu juga sembari menyanyikan lagu minang yang bertemakan kesedihan. selengkapnya Magelang- Pemerintah Kota Magelang menaikkan tarif retribusi pelayanan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di wilayahnya sebesar 150%, dari semula Rp2.000 menjadi Rp5.000. Namun dalam pelaksanaanya kenaikan ini tetap belum bisa menutup biaya operasional pelayanan kesehatan. Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang, Pantja Kuncara, mengungkapkan, kenaikan biaya ini didasarkan pada Peraturan Daerah Nomor 8 tahun 2009 tentang retribusi pelayanan kesehatan pada puskesmas dan Dinkes Kota Magelang. Sedangkan yang menjadi dasar menaikkan tarif ini, menurut panjta adalah harga obat yang juga mengalami kenaikan.selengkapnya
|