|Halaman Utama |Peta Situs |Tentang Kami |
, 20 Nov 2008
Bahasa/Language
GIS JALIN MERAPI
Google Maps GIS
Streaming JALIN MERAPI
Live Stream!. [Ogg Player]
INFO MERAPI
EKONOMI LOKAL
LINGKUNGAN
BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL
WARGA BICARA
ANALISIS
SERBA-SERBI
PARIWISATA
PENANGGULANGAN BENCANA
KLIPING
SIAGA MERAPI
STATUS MERAPI
PUSAT INFORMASI
MEDIS
GALERI FOTO
STATISTIK WEB
Total klik : 76242
Pengunjung : 3808
Klik Dalam 24jam: 1296
Yang Lagi Online: 1
RADKOM JALIN MERAPI
Radio Komunitas DRR FM
Radio Komunitas Sutet FM
Rakom KFM
Rakom Lintas Merapi
Rakom MMC FM
hotline sms
Kirimkan SMS anda ke: 0819-33-277638 dgn diawal kata:
merapi <spasi> isi pesan anda

14.11.2008 : 6281392575443 :
merapi saya mau tanya,diameter/lebar kaki gunung merapi berapa y?saya dah cari2,gak ktemu2.tlng ya..makasih sebelumnya.

13.11.2008 : 6285292690931 :
Merapi sy mw tny ukuran (lebar kaki gunung/ diameter gunung) utk membuat tgs peta kontur.Krn sy cari di intrnt cm dpt tgi

10.11.2008 : 6285659106910 :
merapi cari bibit sawi yg msh kecil,di wil kab klaten d mana y?

26.09.2008 : 6281931739912 :
merapi test

20.08.2008 : 62817271803 :
merapi Boleh tapi lewat selo bisa kontak sunardi 085658192154, info lewat klaten bisa kontak sukiman 081578063198

16.08.2008 : 6281904055520 :
Merapi sudah boleh mendaki atau blm ya?

11.08.2008 : 6281904055520 :
Merapi apakabar

10.08.2008 : 6281904055520 :
ini isi sms

14.11.2007 : +6281931732177 :
merapi isi pesan anda Web yg bgus.fardan

05.11.2007 : +6285643153254 :
Merapi Minta info untuk pendakian ke puncak garuda minggu ini.

2

Tanaman Cabe Dimakan Hama ( Gangsir)

Petani cabe di Deles terancam  gagal tanam cabe ,Ancaman  gagal panen  yang sering kita dengar karena cuaca maupun pola tanama yang salah tetapi ini gagal tanam karena bibit-bibit cabe yang baru di tanam ternyata di makan gangsir ( Sejenis jangkrik tetapi besar) , Hama ini mungkin tergolong bukan hama baru tetapi jumlah yang luar biasa menjadi hal yang baru,selengkapnya

Profil dan Logo Lintas merapi Baru


 selengkapnya

Penemuan Mayat di Jalur Pendakian Merapi oleh Pecinta Alam

Warga Masyarakat gempar dengan laporan pendaki Merapi dari pecinta alam Yogjakarta Minggu 2 November 2008 nama pecinta alam tersebut “Patakata”, yang melaporkan ke Basecamp pendakian Merapi dari Deles Pak Nanto ( di dusun Pajegan Tegalmulyo kemalang klaten Minggu kemarin, mayat tanpa identitas itu kemudian di evakuasi oleh warga dan Team SAR Klaten, dari mulai pagi (senin 3/11/08) sampai malam jam 20.50 Wib.

Di serahkan ke Polsek setempat ( Kemalang) disaksikan warga masyarakat, mayat tak di kenal ini di ketemukan di 5 jam pendakian merapi ( di atas pos 3) atau di kenal dengan watu bolong , yaitu batu berlubang menyerupai gapura kemudian oleh warga di sebut watu Kerun ( Gapura).

Tempat ini memang tempat yang di sakralkan warga,di bulan- syura tempat ini banyak dikunjungi warga setempat,

Posisi mayat diketemukan dalam keadaan kaki bersimpuh, dengan pakaian coklat,celana pendek dan memakai sarung-kotak-kotak umur kurang lebih 50 th, rambut ubanan ,( sukiman Lintas merapi)
selengkapnya

Bersatu Menanggulangi Ancaman Merapi

Acara Syawalan PASAG MERAPI  Dihadiri Bupati Boyolali

Hujan yang mengguyur dari jam 10 pagi tidak mengurangi kemeriahan acara syawalan yang di adakan di SELO Boyolali. Acara yang rutin diadakan setiap tahun itu berbeda dari tahun sebelumnya, kali ini sangat meriah walaupun anggota pasag yang hadir berkurang dari biasanya , tetapi berkurangnya ini lantaran ada acara yang bersamaan di masing-masing daerah.

Di klaten, Pasag Merapi banyak anggota yang disibukan dengan agenda kerja bakti mendirikan gardu ronda, sehingga hanya mewakilkan saja. anggota yang hadir acara tersebut 21 orang,yaitu dari boyolali,( musuk ada salah satu anggotanya yang Melangsungkan akad nikah).

Syawalan yang dimeriahkan dengan orkes melayu itu berlansung khidmad,meriah dan yang lebih dari biasanya adalah hadirnya Bupati Boyolali, kepala kesbanglinmas magelang & Boyolali.

Dalam sambutannya Bupati Boyolali “ Kami bangga mempunyai masyarakat yang seperti tergabung dalam pasag merapi ini, kalau semua masyarakat kita mempunyai kesadaran seperti ini, tentunya, pemerintah akan Ringan dalam penanganan bencana , semoga pasag –pasag yang lain akan tubuh di negri ini “.Kami sangat berterima kasih kepada Pasag Merapi yang setiap Musyawarah untuk penanggulangan bencana Merapi hadir dan andil dalam pemikiran-pemikirannya.”

Tambah Hari, Kesbanglinmas magelang dalam sambutan berikutnya. “ Kalau saja semua LSM/Lembaga punya pemikiran dan program seperti PSMB UPN, Kapalla jogjakarta, mendorong masyarakat bersatu dalam upaya keselamatan bersama, tentu negara kita aman dari bencana”.

Kuri menanggapi Rasan-rasan peserta yang lain. Pak Kuri adalah sebutan dari Riyanto Pasag Merapi klaten yang ngurusi siaran Radio komunitas lintas merapi “Budoyo Jowo”. Nampak hadir di lapangan joglo New selo Boyolali , Unsur muspika Kec.Selo, BPPTK Jogjakarta Kepala-kepala Desa Se Kec. Selo, dan pejabat Pemda Boyolali. ( sukiman Lintas merapi)
selengkapnya

PENAMBANGAN PASIR KALI GENDOL ; Di Luar Batas Aman, Akan Ditindak

SLEMAN (KR) - Pemkab Sleman melalui beberapa instansi terkait akan segera menindak dan menertibkan kegiatan penambang pasir di Kali Gendol, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan. Pasalnya, aktivitas truk dan para penambang di alur sungai itu sudah berada di luar batas aman yang direkomendasikan oleh Balai Penyelidikan dan Penelitian Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, yakni sejauh 7 km dari puncak Gunung Merapi. Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Alam Sleman, Singgih Sudibyo SH, mewakili Kepala Dinas P3BA Sleman, Ir Widi Sutikno MSi, saat dikonfirmasi KR, Senin (27/10) siang menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan instansi lainnya, terkait aktivitas penambangan pasir di Kali Gendol, Sabtu (25/10) kemarin.selengkapnya

Gunung Merapi Dimuseumkan di Yogya

KOMPAS/WAWAN H PRABOWO

YOGYAKARTA, SENIN - Museum Gunung Merapi (MGM) di kawasan kaki Gunung Merapi saat ini telah selesai dibangun dan direncanakan awal 2009 sudah dapat beroperasi dan menjadi salah satu obyek wisata andalan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
      
"Pembangunan fisik MGM saat ini sudah selesai dan dalam taraf pengisian materi, diharapkan awal 2009 sudah  beroperasi dan menjadi tempat tujuan wisata edukatif," kata Bupati Sleman Ibnu Subiyanto, Senin (27/10).
      
Menurut dia, MGM merupakan tempat yang memberikan edukasi tentang apa dan bagaimana gunung berapi serta bagaimana terjadinya erupsi atau awan panas. "MGM merupakan wadah edukasi yang menginformasikan bagaimana erupsi atau awan panas terjadi pada gunung berapi," katanya.
      
Ia mengatakan, dengan adanya informasi yang benar diharapkan terjadinya erupsi Gunung Merapi tidak perlu ditakuti dan dikhawatirkan karena masyarakat telah memahami prosesnya.
      
"Dengan informasi tersebut  masyarakat dapat melakukan antisipasi dini dan tidak terlalu khawatir jika terjadi erupsi Gunung Merapi," katanya.
       
Lebih lanjut ia mengatakan, MGM juga diharapkan dapat menjadi penambah daya tarik wisatawan di kawasan kaki Gunung Merapi sehingga menjadi obyek wisata andalan Sleman.
      
"Selain itu MGM diharapkan dapat menjadi obyek wisata alternatif di kawasan Gunung Merapi setelah Kaliurang dan Kaliadem yang sudah lebih dulu dikenal wisatawan," katanya.
      
Ia menambahkan, saat ini yang menjadi kendala untuk menarik wisatawan di MGM adalah belum memadainya infrastruktur terutama jalan di obyek wisata tersebut.
      
"Kami akan mengupayakan peningkatan kualitas jalan, hanya saja ada sedikit kendala karena dari usulan kami untuk pengaspalan di obyek wisata tersebut ternyata hanya sedikit saja yang bisa dipenuhi," katanya.selengkapnya

Ancaman, Resiko, Dan Bencana dan penanggulangan

Di bangun dengan Kekuatan Sosial Masyarakat

Banyaknya kita yang menganggap ancaman adalah bencana Resiko juga bencana,tetapi anggapan ini mungkin karena = bencana terlalu dianggap sebagai sesuatu yang lebih mudah di lavalkan ketimbang bicara risiko/ancaman, kita sebagai masyarakat yang selalu hidup di kawasan/daerah/Negara atau ….Tempat yang selalu mendekati resiko/ berisiko.

Tidaklah penting Istilah-istilah di atas yang penting adalah bagaimana kita belajar dengan kejadian untuk melakukan hal-hal yang positif untuk kita hidup bersama dan melalui kebersamaan dengan tidak menyalahkan siapapun, kalau memang ada yang kurang berkenan di hati kita semestinya tidak membuat orang lain yang di anggap salah tetapi mencoba bertanya pada DIRI kita sendiri tentang apapun yang kita lakukan pada orang lain.selengkapnya

Dunia Pendidikan Masyarakat Lereng Merapi

Tidak sekolah = euthanasia???

Ingatkah kita waktu kecil?,Ya... waktu kita mengalami masa-masa duduk di bangku SD. Menyenangkan bukan?, Sekolah merupakan lingkungan yang terdekat setelah keluarga dan masyarakat. Setelah SD kita ingin melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi. Tapi bagaimana dengan pandangan anak-anak dan masyarakat lereng merapi sebelah barat terhadap dunia pendidikan???

Mentari malu-malu menampakkan diri di punggung merapi. Mentari belum genap separo tetapi masyarakat dusun Gowok Pos sudah sibuk berangkat ke sawah dan ladang. Diantara kicau burung, anak-anak dengan wajah yang mungkin sebagian besar hanya cuci muka berjalan dengan riang menuju ke sekolah yang terletak di depan dusun. Dan ketika siang, selesai mengikuti proses belajar mengajar,anak-anak pulang ke rumah. Sesampainya mereka di rumah, yang ditemui di rumah adalah kekosongan, walupun sesekali orang tua pulang ke rumah hanya untuk mengantar pulang rumput untuk pakan ternak. Dan ketika sore menjelang diiringi bedug Maghrib, berduyun-duyun masyarakat pulang dari sawah dan dari tempat dimana mereka mencari nafkah(nglemboro dalam bahasa jawa-red). Begitulah gambaran kehidupan sehari-hari masyarakat dusun Gowok Pos.selengkapnya

Berhemat dengan Bak Semen

Ubah Ancaman Jadi Peluang

Elanto Wijoyono

“Bayangkan, 19 juta rupiah habis hanya untuk air,” kata Sukiman, tokoh warga muda di Dusun Deles, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah. Walaupun kawasan tersebut tampak hijau sejauh mata memandang, tetapi dapat dipahami memang bahwa tempat yang berketinggian rata-rata 1000 – 1.300 meter di atas permukaan laut itu tidak memiliki air semelimpah di kawasan yang lebih hilir. Akibatnya, setiap masuk musim kemarau, warga pedesaan di lereng tenggara Gunungapi Merapi itu harus bersiap menghadapi kekeringan. Tak hanya sebulan dua bulan, kekeringan itu mewujud pasti selama musim kemarau berlangsung, rata-rata 6 – 7 bulan lamanya, dari bulan April hingga Oktober; yang datang menghantui setiap tahunnya.

Hitung-hitungan di atas bukannya tanpa dasar. Warga pedesaan kaki gunung yang sebagian besar bermatapencaharian sebagai petani dan penambang pasir tradisional itu tahu betul apa yang mereka perlukan untuk menghadapi yang mereka alami. Setidaknya, sebuah inisiatif muncul di satu RT (rukun tetangga) di Deles untuk menanggulangi ancaman kekeringan. RT tempat Sukiman berdiam itu terdiri atas 20 KK (kepala keluarga) dengan rata-rata anggota keluarga berjumlah 4 orang. Setiap KK memerlukan air sebanyak 230 liter per hari. Kebutuhan itu jika diperinci merupakan akumulasi dari beragam kebutuhan, mulai dari mandi dan cuci 100 liter, makan dan minum 60 liter, dan untuk ternak (rata-rata 3 ekor kambing dan 3 ekor sapi) sejumlah 70 liter air. Yup, tentu saja diperlukan air sebanyak 4600 liter untuk mencukupi kebutuhan di satu RT itu saja.selengkapnya

Perangi Kemiskinan dan Hadapi Bencana

SLEMAN, KOMPAS - Sebanyak 10 negara menghadiri lokakarya internasional radio komunitas di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (17/10). Lokakarya bertujuan menyamakan langkah dalam memerangi kemiskinan dan meminimalkan dampak bencana.
Koordinator Regional Asosiasi Radio Komunitas Sedunia (Amarc) Asia Pasifik, Suman Basnet, mengatakan, dari pertemuan ini akan dibuat buku panduan berisi hal-hal praktis untuk diterapkan oleh radio komunitas.

Panduan yang dimaksud antara lain cara bertahan saat bencana dan contoh berita yang dibutuhkan komunitas pendengar radio untuk memerangi kemiskinan. ”Dalam bencana, stasiun radio bisa saja hancur. Namun, radio bisa langsung mengudara dalam seminggu bila pengelola menyimpan satu pemancar, satu mikrofon, dan satu mixer di tempat aman,” ujar Basnet yang berbasis di Nepal.

Perwakilan radio komunitas wanita Amarc, Bianca Miglioretto, mengatakan, radio komunitas merupakan benteng terakhir informasi ketika semua arus informasi terputus selama bencana. ”Radio komunitas sangat mudah didirikan, tak perlu daya jangkau luas maupun tenaga banyak. Radio komunitas juga tercepat dalam menyebarkan informasi bagi masyarakat,” katanya.

Dari 44 perwakilan radio komunitas yang hadir dalam acara hasil kerja sama Amarc, Combine Resource Institution (CRI), dan Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) ini, 10 orang di antaranya berasal dari Indonesia. Peserta antara lain berasal dari Fiji, India, Banglades, Jepang, dan Australia. ”Kami memilih Indonesia karena kami anggap radio komunitas di Indonesia sudah berpengalaman menghadapi bencana,” kata Miglioretto.


Beberapa radio komunitas di Indonesia yang berperan besar saat bencana antara lain Radio Lintas Merapi di Deles, Klaten; Radio Angkringan FM di Desa Timbulharjo, Sewon, Kabupaten Bantul; serta sejumlah radio komunitas di Aceh dan Nias.

”Radio kami fokus pada aktivitas Merapi, terutama di saat waspada. Radio ini ada setelah Merapi meletus pada 1994,” kata pengelola Radio Lintas Merapi, Sukiman. (IRE)
selengkapnya

Ketidak berdayaan warga dengan Masalah Penambangan

ini merupakan salah satu ungkapan yang pas untuk warga lereng merapi, namun tidak lepas dari keterkaitan pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat. Seperti di ungkapkan oleh brahms pada tgl 16 Oktober 2008,bahwa semua itu tergantung dalam ketegasan pemerintah apalagi wilayah klaten yang pernah menjadi salah satu pioneer dalam penanaman 1 jt pohon yang di laksanakan di sidorejo.

Sekarang kondisi lapangan penambangan semakin banyak,sedangkan pemerintah baik yang tingkat bawah sampai atas melihatnya itu sebagai penghasil pendapatan yang sangat fantastis, padahal semua itu juga merupakan alat penghancur yang lebih berbahaya dari pada zat melamin.(setyo.kristanto@yahoo.com)selengkapnya

Setiap Saat Mengeruk Pasir Merapi Tanpa Henti

Kata ini mungkin yang pas terhadap situasi saat ini di kawasan perhutani di lereng Gunung Merapi khususnya di sisi sebelah barat. istilah itulah yang sekarang kerap terdengar oleh warga yang berada di sekitarnya, dimana "Bego"(mesin pengeruk pasir) di daerah penambangan pasir dan truk-truk lalu lalang siang dan malam tanpa henti seolah tanpa lelah mengambil kekayaan merapi dan mengeruk keuntungan untuk para pengusaha di luar wilayah merapi.

Penambangan pasir yang terjadi sejak kurang lebih 8 tahun hingga saat ini memang cukup memberi dampak positif maupun negatif. Adapun dampak positif dari adanya penambangan pasir tersebut adalah membuka lahan pekerjaan bagi mereka yang tidak atau belum bekerja, salah satunya dengan "coker"(sebutan profesi menurut warga sekitar) yaitu meratakan tanah diatas bak truk yang diberikan "bego". selengkapnya

Merapiku yang Masih Bingung dengan Predikat Taman Nasional

Saat ini merapi merupakan kawasan taman nasional yang memiliki berbagai peraturan dan kadang dianggap susah oleh beberapa kalangan.

Namun apabila kita dalami dan kita cermati tentang apa inti dari semua aturan yang di buat untuk memfungsikan Taman Nasional Gunung Maerapi (TNGM) ,adalah sebagai bentuk dalam mengembalikan fungsi hutan yang sebenarnya.

Tetapi sampai saat ini sosialisasi yang masih berlangsung belum dapat dirasakan oleh masyarakat. Hal ini lah yang masih dalam pertanyaan, sebab pengembalian funsi hutan yang semula ditangani oleh PERHUTANI sekarang menjadi BALAI TAMAN NASIONAL MERAPI.

Sehinnga di masyarakat sendiri kadang menjadi kebingungan apalagi Gunung Merapi yang menjadi salah satu kawasan pendakian gunung terbentur juga akan birokrasi yang panjang dan membingungkan.(tiyek-Gabungan Anak Merapi/GAM)
selengkapnya

Aktifitas Radio Lintas Merapi Meningkat

Situasi Radio yang sementara waktu sering kosong karena kesibukan para relawan dengan kehadiran hari Raya Idul Fitri . sekarang sudah mulai sibuk mengimformasikan cuaca Gunung dan sesekali menghubungan Pos Pemantauan Gunung Merapi (PGM) kaliurang yang kemudian di informasikan Kepada pendengarnya."Sementara masih aman mas lomngsor kemarin hanya karena kikisan air hujan bukan karena dorongan magma " pak pecut di PGM kaliuarang ketika di hubungi Crew lintas merapi. "Bagaimana program tanamnya mas mbok di lanjutkan Di tanam di bekas lahan tambang" pak Bayan Diyanto yang sempat ketemu Crew Lintas di sela-sela Halal Bi Halal di balai desa sidorejo Hari Minggu kemarin. selengkapnya

Hujan 4 Kali Mengguyur Klaten

Hujan sudah mulai turun di Kemalang petani ramai -ramai menanam jagung, dan sayur tanaman sayur serentak di tanam di 3 desa Tegalmulyo,Sidorejo Dan Balerante, seperti sudah tahu sebelumnya para petani sayur sudah mempersiapkan berbagai semaian sayur seperti; cabe,bunga Kol,Kubis,sawi dll.Bahkan para penambang pasir di sungai woropun ikut sibuk dengan kebunya karena truk pasir belum banyak yang masuk kali woro, " nanti kalau sudah banjir ya sibuk pasiran lagi mas" kata mas Suji penambang pasir dari Dukuh Karang ketika ngobrol di lintas merapi malam minggu kemarin."memang di sungai woro belum banjir sehingga para penambang masih menunggu biasanya kalu hujan lebih dari 2 jam baru banjir, kemudian kalau sudah banjir pertama hujan satu jam saja dah bawa material pasir "tambah pak nur Yanto ketika Berlebaran di Lintas Merapi.selengkapnya

Jalan ini untuk siapa?

(Sutet FM, Muntilan, Magelang). Penambangan pasir di lereng merapi disamping ada manfaat secara ekonomi bagi masyarakat sekitar lereng tetapi juga menimbulkan ekses negatif bagi lingkungan merapio. Tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian besar uang yang dihasilkan dari penambangan masuk ke kantong-kantong pribadi

Roda-roda gila melaju di jalanan selama sekian tahun. Dengan tonase yang melebihi batas maka wajar saja jalan Talun berubah menjadi layaknya sungai di musim kering. Pelanggaran tonase yang terjadi sepertinya menjadi pemandangan biasa padahal jelas-jelas truk-truk pengangkut pasir melewati kantor kecamatan Dukun dan Kantor Polsek Dukun. Tetapi sampai sejauh ini dirasakan oleh masyarakat belum ada tindakn dari aparat kecamatan ataupun dari aparat kepolisian yang notabene sebagai penegak hukum.selengkapnya

PUNCAK MERAPI DITERPA HUJAN; Ancaman Lahar Dingin Kembali Muncul

SLEMAN (KR) - Hujan sepanjang petang hingga malam, Rabu (8/10) kemarin juga terjadi di kawasan puncak Gunung Merapi. Ancaman lahar dingin pun kembali muncul di sungai-sungai yang berhulu di gunung api paling aktif di dunia itu, bila hujan kembali muncul berturut-turut.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Alam (PBA) Dinas P3BA Sleman, Singgih Sudibyo SH kepada KR di kantornya, Kamis (9/10) siang mengatakan, hujan mulai turun di wilayah Sleman. Termasuk pula di kawasan puncak Merapi, yang terjadi petang hingga malam, Rabu (8/10) kemarin.

“Walau demikian hujan tersebut tidak sampai menimbulkan lahar dingin ke sungai-sungai yang ada di sana. Tampaknya air hujan itu baru merembes dan mengendap ke dalam material yang ada di puncak Merapi. Tetapi hal ini bisa menjadi peringatan awal terhadap ancaman lahar dingin,” ujar Singgih.selengkapnya

Sumur Sapu Angin Upaya Masyarakat Menyediakan Air Bersih Lereng Merapi

Sumur Sapu Angin yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi merupakan salah satu upaya warga yang sangat membutuhkan air bersih. sementara di wilayah ini air sangat mahal dan harus di beli menggunakan tangki seharga kurang lebih rp 160 ribu pada saat musim kemarau seperti saat ini.
selengkapnya

DASAR PENETAPAN KAWASAN RAWAN BENCANA

  Menindaklanjuti pertanyaan saudara Tony (tony_regol@yahoo.co.id), bahwa wilayah gunungapi Merapi dibagi dalam 3 kawasan rawan bencana (KRB)yaitu KRB I, KRB II, dan KRB III. KRB I adalah daerah atau kawasan rawan bencana yang mempunyai risiko bencana paling kecil, sedangkan KRB II adalah kawasan rawan bencana yang mempunyai tingkat risiko sedang. Sedangkan KRB III merupakan kawasan rawan bencana yang mempunyai tingkat paling berisiko.

Dasar penetapan KRB adalah Sejarah Aliran lahar yang terjadi sebelumnya, mengacu pada Jarak luncuran lahar dan juga jarak antara sungai yang dilalui lahar dengan wilayah ancaman bencana.

Daerah Dekat dengan Puncak Merapi Belum Tentu KRB III
selengkapnya

Siswa SD Tarakanita Tritis Mengadakan Kegiatan "Berwisata sambil Belajar"

Tanggal 20 September 2008 kelas satu sampai dengan kelas empat SD Tarakanita Tritis, Purwobinangun mengadakan kunjungan ke luar sekolah atau yang sering disebut study tour dengan lokasi wisata ke Terminal Giwangan, Kebon Binatang Gembiraloka, dan Stasiun Lempuyangan.

Hal ini dilakukan dengan tujuan anak-anak mau  belajar dengan obyek yang dihadapi. Maklum mereka adalah anak pedesaan yang tidak tahu betul dengan situasi di laur daerahnya. Kalaupun ada cuma beberapa anak saja yang pernah pergi ke kota Yogyakarta.Hanya satu atau dua anak saja.

Kegiatan ini harapannya menjadi alternatif lain dalam pembelajaran kepada anak. Dan juga menambah nuansa baru dalam pendidikan SD Tarakanita Tritis.  Anak-anak sangat berantusius sekali dalam kegiatan studi wiasat ini. Hal ini terbukti ketika anak mau berangkat ke obyek wisata. banyak anak yang bertanya, "Pak Guru, kapan kita berangkat?" Wajah mereka juga  terlihat sangat gembira. Orang tua murid juga ada yang ikut serta untuk mendampingi anak-anak. Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan pendidikan di SD Tarakanita Tritis.

SD Tarakanita Tritis merupakan salah satu SD yang terletak paling utara di Kabupaten Sleman. SD ini terletak di lereng Bukit Turgo. Bukit Turgo sangat dekat dengan Gunung Merapi dan masuk dalam ring bencana merapi I. Maka tak heran bila Gunung Merapi tampak sangat jelas  dilihat dari SD Tarakanita  Tritis. (Y. Murdiyono)
selengkapnya
USER LOGIN
UserID
Passwd
Shoutbox
18.11.2008
oncling di
kalau video tentang longsor tidak ada tapi kalo lahar dingin ada sekedar untuk mengetahui apa itu lahar dingin dan apa itu awan panas, untuk belajar bersama, itupun tidak bisa di aploud di sini
18.11.2008
antho di
pembahsan menarik, dan membuka wawasan..
btw ada ga video anda yang meliput ttg longsor g. bawakaraeng cz menyangkut penelitian saya..
mohon bantuannya
18.11.2008
antho di
pembahsan menarik, dan membuka wawasan..
btw ada ga video anda yang meliput ttg longsor g. bawakaraeng cz menyangkut penelitian saya..
mohon bantuannya
12.11.2008
mart di
mathurnuwun mas Bendhu infonya...hal tersebut sangat membantu bagi teman2 yang ingin mendaki. usul...bagaimana kalau profil tim pendakian jalur Deles juga ditampilkan di WEB ini. sapa tahu nanti ada yang mau mendaki lewat Deles
11.11.2008
Bendhu di
untuk pendakian lewat manapun sebaiknya tunda dulu karena cuaca yang belum menentu lewat selo lebih baik tetapi berangkatlah dini hari dan kemudian turun tengah hari untuk menghindari hujan lebat, jalan semua jalur licin, ( bendhu lintas merapi koordinator pendaklian lewat deles)
11.11.2008
Jalin merapi di
bagi yang membutuhkan informasi pendakian dari wilayah SELO dapat menghubungi sunardi (081329435668)
11.11.2008
Dhanti di
Status pendakian gunung merapi via jalur Selo gimana ya?? butuh info secepatnya nih...thx..
07.11.2008
SUKIMAN di
kalo mau bibit sawi mau di tanam untuk persawahan ato tegalan,berapi ketinggian DPL yang mau di tanami
07.11.2008
Jalin merapi di
mas habibi bisa telpon ke mas sukiman, siapa tahu dia bisa membantu mengenai bibit sawi nomer mas sukiman 081578063198
07.11.2008
habibi di
cari bibit sawiyang masih kecil di klaten mana y? byh bgt nih. tolong kasih tau y.makasih
arsip SHOUTBOX
form SHOUTBOX
Tulisan yang anda masukkan dalam shoutbox ini, akan mengalami proses penyaringan yang akan dilakukan oleh editor/penanggungjawab redaksi web
Nama
Email
Di
Message
Autentikasi
Kode
APIK
APIK
Situs ini dikelola oleh JALIN MERAPI dan Combine Resouce Institution.
Hak cipta dalam dokumen situs ini ada pada masing-masing kontributor.
Diizinkan untuk melakukan penyalinan sebagian atau keseluruhan dokumen serta mendistribusikan seluruh berkas pada segala macam media, dengan ketentuan menyertakan catatan hak cipta dalam dokumen.