|
28 Dec 2009 Longsor di Lereng Merapi; Bencana atau Berkah? Hujan lebat selam 3 jam membuat hamper setiap ladamg masyarakat, minimal 10m3 tanah longsor,. Walaupun tidak menimbulkan kerugian masyarakat yang berarti tetapi menurut masyarakat kejadian ini memang di luar dugaan , biasanya masyarakat sudah hafal kapan hujan lebat yang mengakibatkan kelongsoran, di hitung dari perhitungan musim yang dianutnya, tahun “Yo,.agi iki dik udan di arep-arep ora teko mbareng teko malah luwih gedhe “ ( baru kali ini Dik,.hujan di tunggu-tunggu tidak dating begitu dating terlalu besar,), Kata Mbah Udi warga dusun mbangan.
Ini musim ini memang tidak menentu menurut perhitungan para petani,.. mungkin ini adalah dampak pemanasan global sudah serius,tetapi tindakan orang-orang masih banyak yang tidak peduli pada perubahan iklim ini,Gunung merapi di lihat dari Deles juga banyak yang longsor,  Kejadian ini di gunakan oleh rakom lintas merapi untuk memberikan pendidikan pada anak-anak,dengan cara menyuruh anak-anak lintas merapi memotret merapi kemudian menceritakan apa yang di lihatnya,ternyata mereka mengatakan yang sama”merapi longsor”, dari informasi melalui HT Pasag Merapi menginformasikan bahwa hujan 3 jam kemarin malam sempat menjebol dam kaliworo yang sedang di bangun,jalan penyeberangan kepuharjo Srunen ,Kecamatan Cangkringan Putus. Mendapat Berkah Sementara itu berbeda dengan warga karangbutan sidorejo kec.Kemalang hujan deras membawa berkah karena pasir sampai tanggul kaliworo yang hanya berjarak ratusan meter dari kampung karangbutan,truck yang biasanya di isi 1 jam hanya kurang dari 15 menit sudah mendapatkan 1 rit penuh,.. “niki kulo pun ngunggahke ping 9 mas” (saya sudah menaikan 9 kali mas)kata Pak Harto dan keluarganya (3 anggota Keluarga), pak harto yang berangkat dari jam 4 pagi jam 9 siang sudah mendapatkan 9 rit dengan harga Rp.110.000,-( ragil am) [Rakom Lintas Merapi]
|