|
05 Oct 2009 Bupati Magelang Setuju Rencana Penghidupan Jalur KA Magelang Magelang- Terkait rencana menghidupkan kembali jalur kereta api (KA) Magelang-Jogja, yang pernah disampaikan oleh Menteri Perhubungan Jusman syafii Jamal di Magelang (27/9) Bupati Magelang Singgih Sanyoto merekomendasikan jalur baru khususnya dari Muntilan ke Utara (Kota Magelang). Bupati menuturkan Jalur KA lama di utara Muntilan ini telah ditumbuhi bangunan, baik pertokoan maupun perumahan penduduk. Bahkan, lokasi stasiun Muntilan saat ini telah menjadi terminal. Menurut Singgih, jalur baru nanti tidak harus lewat terminal sehingga terminal terbesar di Kabupaten Magelang ini akan tetap bisa di manfaatkan masyarakat. “Termasuk terminal Muntilan, nanti ya tidak lewat situ, tapi membuat jalur baru. Yang bisa dimanfaatkan adalah jalur Muntilan ke selatan masih bisa, tapi muntilan ke utara sudah jadi perumahan dan pertokoan, jadi mungkin cari jalur baru,” ungkap Singgih yang ditemui Reporter KFM di kantornya (5/10) Menurut bupati, ia mengakui ada sebagian jalur lama di utara Muntilan ini yang akan terkena pelebaran jalan Keprekan yang saat ini telah dilelangkan oleh Departemen Pekerjaan Umum (DPU). Nantinya, ia mengatakan, jalur transportasi ini akan saling mendukung dan bersinergi. Atas dasar berbagai kendala inilah, menurutnya perlu dibuat jalur baru di Muntilan ke utara, bahkan dengan membuat jalur kereta api tunggal (monorel). Namun, Singgih menyebutkan, secara umum dirinya mendukung dihidupkannya kembali jalur kereta api yang dulu pernah ada namun ditutup tahun 1977 itu. “Menghidupkan kembali jalur KA itu memungkinkan, jadi ya kita sangat setuju, karena akan menambah sarana transportasi dari Magelang ke Jogja,” katanya. Ia mengungkapkan, di masa depan sangat memungkinkan Jogja akan menjadi kota metropolitan, sehingga pihaknya berharap Magelang akan menjadi hinterland (wilayah penopang) dari kota metropolitan Jogja di masa depan. Manfaat dari dibukanya kembali jalur KA ini, menurutnya akan menjadi sarana transportasi di masa depan lebih variatif dan lebih bisa mengangkut dalam jumlah banyak. “Seperti di Jakarta sekarang macet total. Mungkin di masa depan, di Magelang 25 tahun atau 50 tahun lagi mungkin bisa jadi seperti itu, sangat ramai,” ungkapnya. Ia juga berpesan agar pelayanan dari kereta api ini harus sangat bagus, agar orang berminat untuk menggunakannya. Ia mencontohkan, seperti Prameks yang merupakan kereta api cepat.(Ahmad Muslim) [Rakom KFM]
|