|
12 Oct 2009 Prestasi kurang Diperhatikan, Penakluk Everest Masuk RSJ KFM Magelang- Perhatian Pemerintah terhadap warganya yang pernah mengharumkan nama bangsa ini masih kurang, fakta tersebut dibuktikan oleh seorang pendaki wanita pertama Indonesia bahkan Asia Tenggara yang berhasil menaklukkan mount everest, namun saat ini harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa Prof Dr Soerojo Magelang. diduga ia mengalami gangguan kejiwaan karena merasa prestasinya kurang dihargai. Clara Sumarwati (44), ialah wanita Indonesia pertama yang berhasil menaklukan sekaligus menancapkan bendera sang saka merah putih diatas puncak gunung everest, namun sayang nasibnya tak semujur para atlit lainnnya yang pernah membawa nama harum bangsa ini, Kepada Reporter KFM, Clara yang kebetulan saat ini ingatan dan kesehatanya sudah membaik dengan perlahan-lahan ia menceritakan bahwa sebelum dibawa ke RSJ magelang ini, ia sempat juga menemui ibu Ani Yudhoyono pada tahun 2006 lalu, “Saya ketemu Bu Ani dan pak SBY namun yang saya dapat hanyalah sebuah penghargaan Bintang Nararia, sedangkan yang berwujud materi tidak ada,” ungkap Clara yang di temui di Wisma Drupadi W3 RSJ Magelang (12/10) Menurut Direktur Medik dan Keperawatan RSJ dr Bella Patriajaya, Clara dirawat ke RSJ sudah yang ketiga kalinya. Pertama tahun 1997, kemudian tahun 2000 dan terakhir masuk pada 30 Juni 2009. Wanita yang tinggal di Minggiran MJ 2/1515 Yogjakarta itu dibawa keluarganya ke RSJ karena sering marah-marah, mengamuk dan merusak barang. Menurut dr. Bella, penyebab Clara mengalami hal demikian karena ada keinginannya yang sampai saat ini belum bisa tercapai."Dia selalu mengatakan akan mengurus surat-surat ke Menpora," katanya. Dia juga mengalami kekecewaan, karena pemerintah tidak menghargai prestasi yang pernah dicapainya, yakni mendaki gunung Everest yang punya ketinggian 8.850 mdpl itu.(Ahmad Muslim) [Rakom KFM]
|