|
14 Oct 2009 Disruduk Celeng, Mbah Samini Tewas KFM, Magelang– Pulang dari menual jahe, Mbah Samini (65) warga Dusun Jombang, Desa Mangunrejo, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, tewas disruduk celeng (babi hutan) Selasa (13/10) sore sekitar pukul 17.00 wib. Korban tewas dalam perjalanan ke Puskesmas setempat.
Kapolsek Kajoran, AKP Edi Sugiyanto mengataakan sore itu korban pulang dari menjual jahe ke seorang pengepul tak jauh dari rumahnya. Malang bagi korban, ditengah perjalanan dari arah belakang, muncul seekor celeng yang terlihat marah dan berlari sangat cepat dari arah hutan Gunung Potorono.
Korban yang tidak melihat kedatangan hewan yang diperkirakan berbobot dua kwintal tersebut, tak sempat menghindar. Akibatnya, ia tertubruk dan mengalami luka cukup parah dibagian punggung dan paha. Karena luka tersebut, korban mengeluarkan darah cukup banyak.
“Mungkin, korban tewas akibat kehabisan darah. Terlihat dari lukanya yang cukup parah, terutama dibagian punggung dan paha,” kata Edy yang ditemui usai pemakaman korban Rabu (14/10).
Sesaat setelah kejadian itu, Salamun anak korban yang kebetulan berada tidak jauh dari tempat kejadian segera mendekat dan membopong ibunya yang menderita luka parah, ke Puskemas setempat. Sedang beberapa tetangga korban yang mendengar kabar itu, langsung mengontak Hendarto. seorang pemburu binatang yang tinggal di Desa Karangsari.
Bersama sejumlah warga dan delapan anjing pelacak, mereka segera mengejar babi hutan pembawa petaka tadi. "Dalam waktu singkat, binatang itupun tewas dihujani beberapa tumbak yang dibawa warga," imbuh Camat Kajoran, Bambang Prasetyo Hariyadi, ditempat yang sama.
Dikatakan Bambang, beberapa jam sebelum menyerang korban, hewan tersebut masuk ke Dusun Dalangan, Desa Krumpakan. Sejumlah warga yang melihatnya langsung bergerak menghajar binatang itu hingga mengalami terluka dan kabur.
“Hutan di Gunung Potorono, memang dikenal sebagai hutan lindung dan kawasan terlarang. Karena, didalam hutan itu, diduga masih banyak hewan-hewan yang juga dilindungi oleh negara. Diantaranya, harimau, babi hutan, elang jawa dan yang lain. Karena itu, kedepan kami minta warga untuk berhati-hati dan tidak mencoba mengganggu kehidupan mereka,” imbuhnya. (Ahmad Muslim) [Rakom KFM]
|