|
23 Oct 2009 85 Desa di Jawa Tengah, Siap jadi Desa Wisata KFM, Magelang- Sebanyak 85 desa yang akan dipromosikkan sebagai Desa Wisata di wilayah Jawa Tengah, saat ini telah siap digarap oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Jateng. Namun hingga tahun ini, baru 22 diantaranya yang terealisasi. Kasi Pengembangan Produk Pariwisata Disbudpar Jateng, Agung Satrio Prakosa mengatakan, sebuah desa yang dikembangkan menjadi desa wisata, Disbudpar mengapresiasikan pengelolaannya. Hal ini karena Disbudpar melihat ada potensi didesa tersebut namun pengelolaannya kurang maksimal. “Kami sudah menginventarisir. Ada 85 desa yang akan digarap menjadi desa wisata. Tahun ini baru 22. Untuk realisasi semuanya butuh proses panjang, mungkin sampai tahun 2011,” terang Agung di Magelang (23/10) Disbudpar, akan mengelola sumber daya manusia (SDM), pemasaran dan pengemasannya. Khusus di Kabupaten Magelang, ia menyebutkan ada empat yang termasuk di 22 yang dikembangkan tahun ini, yakni desa Candirejo dan Wanurejo di Kecamatan Borobudur serta Desa Salam dan Gulon di Kecamatan Salam. “Saat ini baru empat itu, yang lain belum masuk data. Sebenarnya Kabupaten Magelang ini punya banyak obyek wisata, bahkan wisata budayanya terbanyak di Jateng dan sangat atraktif, hanya pengemasan menjadi obyek wisata masih kurang,” lanjut Agung. Ia menyayangkan, wisatawan yang datang ke Borobudur hanya mengambil durasi pendek, sekitar dua jam. Mereka hanya mengunjungi obyek wisata utama, yakni Candi Borobudur, dan menghabiskan waktu di sana. Menurutnya, akan lebih baik jika wisatawan dibuat lebih lama di Magelang dengan diajak mengunjungi obyek wisata kecil-kecil seperti desa wisata, sehingga akan mengurangi kepadatan di lokasi obyek wisata utama. Untuk pengembangan ini, pihak Disbudpar Jateng berjanji akan sangat mendukung dengan memberikan fasilitas menemukan dengan pihak terkait, seperti investor. Ia mengakui, kendala untuk pengembangan sebuah tempat wisata adalah akses dan investasi, sementara di Magelang ini, aset telah melimpah. Sementara yang mendukung, lanjutnya, adalah terbukanya akses karena ada satu tempat wisata utama yang besar yakni Candi Borobudur, sehingga pada jalur menuju ke sana, sangat menguntungkan jika dibangun tempat wisata alternative.( Ahmad Muslim)
[Rakom KFM]
|