08180 438 9000

ketik: MERAPI <spasi> isi pesan

  • 26/01/12 23:40 085743554134 : MERAPI mhn info lanjutan
  • 26/01/12 23:38 085743554134 : MERAPI 22.45 DAN 22.30 tjadi lgsor d gnung mrapi,warga dsktar gnung merapi keluar krn mndgar suara gmuruh yg keras.
  • 24/01/12 09:50 085327868704 : Merapi selalu waspada.
  • 01/01/12 21:02 082135223006 : MERAPI Kami juga tunggu info situasi hulu Kali Putih.
  • 01/01/12 20:36 087839027943 : MERAPI mohon info seputar kali putih dan salam muntilan.terimakasih
  • 01/01/12 20:03 083867167192 : Merapi info banjir
  • 28/12/11 16:45 081392400242 : MERAPI utk warga d lereng merapi. saya menyediakan bibit tanaman kayu keras d Purworejo, cth: sengon, jati, akasia, beringin, trembesi, mahoni, gaharu dl
  • 19/12/11 11:43 085232002984 : Merapi tolong info status merapi terbaru.
  • 18/12/11 12:05 085669618866 : MERAPI tolong infonya berhub kami jauh dari pulau sumatera
  • 18/12/11 12:01 085669618866 : MERAPI bagaimana kondisi merapi saat ini, kami akn mengadakan kunjunga k merapi pada bulan januari mohn infonya
indeks sms
  • Gabung sbg Relawan - http://bit.ly/h7gqA6
  • Daftar Kebutuhan di Posko
  • Sampaikan Bantuan - http://bit.ly/c6xiab
  • Laporan Distribusi Bantuan via Jalin Merapi
  • Peta Sebaran Posko Pengungsian
  • Rapid Assessment Reports
2 May 11, 13:00 WIB
pelapor: Administrator
CCTV Jl Magelang
11 Nov 2010

Melibatkan Pengungsi dalam Pengelolaan Posko Pengungsian

MCK menjadi masalah di banyak posko pengungsian. Tentu saja, tidak semuanya. Ada beberapa titik pengungsian yang berhasil mengelola MCK dan kebersihan posko. SD Gambiranom, Manukan, Condongcatur, Depok adalah salah satu contoh dari sedikit posko pengungsian yang berhasil menata kebersihan posko.

Terdapat 311 pengungsi di posko ini. Saat Merapi meletus pada Jumat dini hari (5/11), mereka berbondong-bondong mengungsi, namun tidak tahu harus ke mana. Mereka bertahan di pinggiran jalan di depan SD. Akhirnya, salah satu guru mengambil keputusan SD tersebut dijadikan posko.

Pengungsi di titik ini menempati 3 ruang, yaitu Ruang Tata Usaha dan Kantor SD. Kondisi ruangan pengungsian ini terlihat bersih, tempat tidur tampak tertata rapi. Begitu juga, selasar sekolah tampak bersih, tempat duduk tertata dengan rapi. Pengungsi, relawan dan pihak sekolah membuat kesepakatan bersama bahwa alas kaki harus dilepas ketika naik ke selasar sekolah. Secara umum, di posko ini, pengungsi dan relawan bekerjasama agar kondisi pengungsian tetap bersih dan rapi.

Di posko ini terdapat 9 kamar mandi, 6 buah berada di sisi kiri SD dan 3 buah berada di sisi kanan. Kondisi kamar mandi tersebut bersih dengan pasokan air lancar. Secara rutin, relawan di posko ini membersihkan kamar mandi tersebut, dengan tetap dibantu tenaga pembersih yang dalam keseharian bertugas membersihkan gedung sekolah. Selain itu, di SD ini terdapat mushola yang sehari-hari dipakai warga. Faktor ini juga membuat kamar mandi yang ada di lingkungan sekolah ini terawat dengan baik, termasuk setelah digunakan para pengungsi.

Untuk mengelola sampah yang ada, para pengungsi bahkan sudah memilah-milah sampah yang ada. Untuk sampah kering, di setiap ruang yang dijadikan tempat pengungsian diberi satu tempat sampah dengan ukuran besar. Sementara, sampah basah, terutama sisa makanan dan bungkusnya, dikumpulkan dalam plastik besar dan diletakkan di tempat sampah di belakang sekolah. Setiap harinya, tukang sampah akan mengambil sampah-sampah tersebut.

Dari aspek kesehatan, sebenarnya tidak ada posko kesehatan di SD Gambiranom, tapi setiap pagi ada relawan PMI yang membuka posko di UKS sekolah bagi pengungsi yang membutuhkan keperluan medis. Posko ini membutuhkan obat batuk untuk anak dan dewasa, karena penyakit yang banyak diderita pengungsi di posko ini adalah batuk. Yang lebih penting, munculnya penyakit bisa dicegah dengan menciptakan pengungsian yang bersih.

Pihak sekolah juga mengeluarkan kebijakan untuk menggabungkan anak-anak pengungsi usia SD dengan siswa SD setempat dalam pelajaran di kelas. Memang, pendidikan formal belum berjalan normal, pelajaran lebih banyak berupa permainan-permainan yang dikelola relawan dari UNY. Terkait dengan hal ini, anak-anak di titik pengungsian ini membutuhkan alat tulis serta buku-buku pelajaran.

Di titik pengungsian ini, terdapat kurang lebih 20 relawan, hampir seluruhnya adalah mahasiswa dari berbagai universitas di Yogyakarta. Para relawan ini sudah melakukan pembagian tugas, misalnya relawan dari Univ. Sanata Dharma di bagian losgistik dan  relawan UNY di bagian pengajaran.

Contoh pengungsian yang terkelola dengan baik di atas, melibatkan kerjasama sinergis berbagai pihak, termasuk para pengungsi, menjadi sangat penting di tengah buruknya pengelolaan posko pengungsian secara umum.

Aan Mei Handoko & Anindita Damayanti

Laporan ini merupakan kerjasama antara Jalin Merapi, Program Peduli Merapi Radio Republik Indonesia, dan Program Studi Ilmu Komunikasi UII
 

  • Google Bookmarks
  • Digg
  • del.icio.us
  • MySpace
  • Technorati
  • TwitThis
Formulir Komentar




Komentar

Kode Keamanan*

CAPTCHA Image

Wajib di isi [may not leaved blank]
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan Jaringan Informasi Lingkar Merapi. Pengelola berhak mengubah/menghapus kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Tulisan Terkait