|Halaman Utama |Peta Situs |Tentang Kami |
, 22 Nov 2009
Bahasa/Language
GIS JALIN MERAPI
Google Maps GIS
Streaming JALIN MERAPI
Live Stream!. [Ogg Player]
INFO MERAPI
EKONOMI LOKAL
LINGKUNGAN
BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL
WARGA BICARA
ANALISIS
SERBA-SERBI
PARIWISATA
PENANGGULANGAN BENCANA
KLIPING
SIAGA MERAPI
STATUS MERAPI
PUSAT INFORMASI
MEDIS
GALERI FOTO
STATISTIK WEB
Total klik : 420434
Pengunjung : 11768
Klik Dalam 24jam: 1184
Yang Lagi Online: 6
RADKOM JALIN MERAPI
Radio Komunitas DRR FM
Radio Komunitas Sutet FM
Rakom KFM
Rakom Lintas Merapi
Rakom MMC FM
hotline sms
Kirimkan SMS anda ke: 0819-33-277638 dgn diawal kata:
merapi <spasi> isi pesan anda
RSS Feed

30 October 2009 13:05:20

Kesiapsiagaan sejak Dini

 Radio komunitas lintas merapi, radio yang hidup si kawasan rawan bencana merapi , memang sangat berguna untuk kesiapsiagaan masyarakat di komunitasnya, bukan saja soal-soal yang menyangkut gunung merapinya,bukan saja sebagai alat untuk informasi Gunung merapi tetapi juga sebagai wadah kegiatan masyarakat di sekitarnya.

selengkapnya

9 March 2009 11:33:21

Simulasi Pengurangan Resiko Bencana (Latihan Evakuasi Bencana)

Warga Dusun Gemer Desa Ngargomulyo Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang, mendadak geger. Pagi itu mendadak bunyi sirine yang menandai adanya bahaya dari Gunung Merapi dan warga harus segera mengungsi. Sirine tersebut dibunyikan oleh petugas Satuan Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (Satlak PBP) setempat, karena melihat aktivitas Gunung Merapi meningkat ditandai keluarnya asap sulvatara dan turunya awan panas (wedhus gembel) yang cukup tebal yang mengarah ke dusun tersebut. Warga yang tengah bekerja pun, lari tunggang langgang mencari tempat aman untuk menyelamatkan diri. Mereka tidak berpikir lagi tentang harta benda. Yang terpenting bagi warga adalah nyawa mereka untuk dapat selamat dari bencana tersebut. Beruntung, petugas Satlak PBP dibantu Tim Siaga Pasak Merapi dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan petugas Limas Desa Ngargomulyo segera bertindak cepat. Dengan menggunakan sejumlah mobil bak terbuka, ambulans dan truk kepolisian dari Polres Magelang dan Kodim 0705 Magelang, beberapa warga terutama para orang tua (jompo), anak-anak, perempuan, cacat (defable) dan ibu hamil serta warga yang tengah sakit segera dievakuasi ke Tempat Pengungsian Sementara (TPS). Selanjutnya, mereka dibawa ke Tempat Pengungsian Akhir (TPA) di Lapangan Dukun, Kecamatan Dukun. Sekitar 2 kilometer dari Dusun Gemer.

selengkapnya

5 March 2009 13:13:29

Pengurangan Resiko Bencana Oleh Masyarakat (PRBOM)

Pengurangan Resiko Bencana (PRB) adalah sebuah program yang dilakukan untuk mengantisipasi/mempelajari sesuatu yang mungkin akan terjadi oleh adanya bencana, baik itu bencana alam atau bencana yang disebabkan oleh manusia. Sedangkan Pengurangan Resiko Bencana Oleh Masyarakat (PRBOM) adalah tindakan yang mana untuk mempersiapkan masyarakat yang tinggal di daerah sekitar bencana untuk selalu lebih mengenal daerah/komunitas mereka sendiri, mengenal berbagai ancaman yang mungkin bisa terjadi yang mungkin akan mengakibatkan bencana bagi daerah/komunitas mereka dan mencoba untuk menggali solusi/kapasitas dari masing-masing individu yang ada di daerah/komunitas mereka sendiri sehingga masyarakat (dapat) mempersiapkan segala sesuatunya disaat maupun setelah/pasca bencana.

selengkapnya

21 October 2008 09:57:50

Berhemat dengan Bak Semen

Ubah Ancaman Jadi Peluang

Elanto Wijoyono

“Bayangkan, 19 juta rupiah habis hanya untuk air,” kata Sukiman, tokoh warga muda di Dusun Deles, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah. Walaupun kawasan tersebut tampak hijau sejauh mata memandang, tetapi dapat dipahami memang bahwa tempat yang berketinggian rata-rata 1000 – 1.300 meter di atas permukaan laut itu tidak memiliki air semelimpah di kawasan yang lebih hilir. Akibatnya, setiap masuk musim kemarau, warga pedesaan di lereng tenggara Gunungapi Merapi itu harus bersiap menghadapi kekeringan. Tak hanya sebulan dua bulan, kekeringan itu mewujud pasti selama musim kemarau berlangsung, rata-rata 6 – 7 bulan lamanya, dari bulan April hingga Oktober; yang datang menghantui setiap tahunnya.

Hitung-hitungan di atas bukannya tanpa dasar. Warga pedesaan kaki gunung yang sebagian besar bermatapencaharian sebagai petani dan penambang pasir tradisional itu tahu betul apa yang mereka perlukan untuk menghadapi yang mereka alami. Setidaknya, sebuah inisiatif muncul di satu RT (rukun tetangga) di Deles untuk menanggulangi ancaman kekeringan. RT tempat Sukiman berdiam itu terdiri atas 20 KK (kepala keluarga) dengan rata-rata anggota keluarga berjumlah 4 orang. Setiap KK memerlukan air sebanyak 230 liter per hari. Kebutuhan itu jika diperinci merupakan akumulasi dari beragam kebutuhan, mulai dari mandi dan cuci 100 liter, makan dan minum 60 liter, dan untuk ternak (rata-rata 3 ekor kambing dan 3 ekor sapi) sejumlah 70 liter air. Yup, tentu saja diperlukan air sebanyak 4600 liter untuk mencukupi kebutuhan di satu RT itu saja.

selengkapnya

23 September 2008 09:18:32

DASAR PENETAPAN KAWASAN RAWAN BENCANA

  Menindaklanjuti pertanyaan saudara Tony (tony_regol@yahoo.co.id), bahwa wilayah gunungapi Merapi dibagi dalam 3 kawasan rawan bencana (KRB)yaitu KRB I, KRB II, dan KRB III. KRB I adalah daerah atau kawasan rawan bencana yang mempunyai risiko bencana paling kecil, sedangkan KRB II adalah kawasan rawan bencana yang mempunyai tingkat risiko sedang. Sedangkan KRB III merupakan kawasan rawan bencana yang mempunyai tingkat paling berisiko.

Dasar penetapan KRB adalah Sejarah Aliran lahar yang terjadi sebelumnya, mengacu pada Jarak luncuran lahar dan juga jarak antara sungai yang dilalui lahar dengan wilayah ancaman bencana.

Daerah Dekat dengan Puncak Merapi Belum Tentu KRB III

selengkapnya

9 September 2008 13:12:38

Polisi Tangkap Pencuri Seismograf Gunung Merapi

BOYOLALI (MI) - Polres Boyolali, Jawa Tengah, menangkap empat pencuri alat pendeteksi kekuatan gempa (seismograf) Gunung Merapi di Puncak Londong, Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali.

Kapolwil Surakarta Kombes Taufik Anshori, di Boyolali, Selasa, mengatakan, empat dari lima tersangka ditangkap petugas di rumahnya masing-masing di Desa Mriyan, Kecamatan Musuk, Boyolali, sementara satu tersangka masih dalam pengejaran.

Menurut Kapolwil, dengan hilangnya seismograf menyebabkan alat pemantau Gunung Merapi di Yogyakarta, Magelang, dan Boyolali tidak berfungsi.

Keempat tersangka tidak menyadari jika aksinya itu dapat membahayakan ribuan jiwa manusia yang tinggal di lereng Gunung Merapi. Polisi menyita barang bukti tiga kotak aki dan sembilan papan solar sell yang kini diamankan di Mapolres Boyolali.

selengkapnya

8 October 2007 15:49:00

Tanggap Sasmito Siogo ing Diri Merapi

kendati merapi masih status Waspada bukan berarti tenang dan lupa, warga balerante yang didukung Pasag merapi dan Kesbanglinmas klaten hari ini mengadakan pertemuan untuk mengadakan persiapan rencana Simulasi Penanggulangan Bencana Merapi yang akan dilaksanakan setelah lebaran nanti.

selengkapnya

2
Arsip PENANGGULANGAN BENCANA
2
-->
USER LOGIN
UserID
Passwd
Shoutbox
21.11.2009
xx di
parahnya lagi Teman2 Gam Mikire dah tenanan prihatin di sangka golek untung, trus di ganjal programe,.. itu cuma saya dengar dari angin lalu heee
20.11.2009
TYECK di
buat kris yang pernah kkn di tegal mulyo kalo masalah itu tinggal kebijakan perut mas.Di tahun 2000 kami bersama warga bahu membahu mendapatkan sumber air, selama 3 tahun bahkan sampai sekarang belum dapat kami maksimalkan
20.11.2009
TYECK di
buat mr xx > memang kadang kita sendiri bingung dengan klaten sebagai warga kecil pingin sekali membrikan kontribusi ke klaten tapi ganjalan birokrasi yang diselingi pembohongan.
17.11.2009
xx di
jangan Heran Saudaraku Yg Pernah KKN di Tegalmulyo,.. 2006 ada Investor (hibah) dari Malaysia gagal karena ternyata sumber air yang di tunjukan teman2 FKLM di sungai Krasak Sudah tidak Berbekas,.. Rencananya Donatur tersebut hanya ingin Bantu naikan air tsb dengan dana 1.6Milyar,.. yaaa,.. itulah Klaten kebijakan berkedok dukung Rakyat tetapi... Jawab sendiri //
17.11.2009
kris di
1997, harga air 1 tangki 50 rb & hanya sampai jayan. krn hrs beli maka sy (& kami) diajak belajar u/ menghargai air. wkt itu, pernah tertunjuk (o/ org pintar) bhw dpn rmh pak kuwat (mantan kades) tdpt sumber air (mskp dlm jg). namun tdk dpt terlaksana krn biaya besar (beli pompa & ongkos) & mempengaruhi bangunan musholla dpn rmh beliau. ya, itu yg s4 kami singgung dg mslh air.
oya, th lalu sy maen ke desa ini. astaga...jln2 pd hancur & kebun2 pd rusak krn penambangan pasir+batu. saat naek dkt sd gondang s4 jatuh krn jln mjd tumpukan debu. ya, jd sedih (plg lewat jln sidareja, jg hancur). knp, hrs digali dgn merusak lingkungan (kebun/ladang) & jln?
:-(
17.11.2009
kris di
katur salam dumateng sadherek di tegalmulyo : lucky & atun, harsono, harjono, lantip, mas sri, mas subur, pak daman, dik nia, pak dewa & mas giyo (gondang), pak citro (nglerep/klerep), mas yadi, ugi para kadang sadulur. pripun kabar panjenengan sesami? mugi2 tansah keparingan karahayun.
(nate KKN juli-agustus 1997 lan nyepeng wonten ing ds jayan)
17.11.2009
dewanto di
13.11.2009
SUKIMAN di
Nggo kang tiyelk kalau mau ngisi berita login ada Lintas merapi Hub.Sukiman nanti saya kasih Loginya,dan syarat lainya nuwun
12.11.2009
gabungan anak merapi di
JERITAN WARGA MERAPI AKAN KEBUTUHAN AIR BERSIH DUKUH PAJEGAN,CANGUK,GRINTINGAN,SUMUR DESA TEGALMULYO, KEC. KEMALANG, KLATEN


Musim kemarau selalu dilalui warga dengan kekurangan air bersih, tampungan tadah hujan selalu kurang memenuhi kebutuhan sehari – hari. Ada yang digunakan untuk keluarga saja kurang apalagi untuk memenuhi kebutuhan hewan ternak.
Dalam setiap musim kemarau pengeluaran warga selalu bertambah,karena air tadah hujan yang telah di tampung selama musim hujan telah habis. Sedang harga air selalu bertambah karena sangat beratnya jalan menuju lokasi dengan ketinggian ± 1200 mdpl. Harga per tangki untuk wilayah pajegan, canguk, gritingan desa tegalmulyo Rp200.000,-per tangki dengan kapasitas 5000 liter.
Dengan perhitungan kira – kira kebutuhan air per orang ± 2,5 per liter jika dalam satu keluarga dengan jumlah 4 orang membutuhkkan 10 liter perhari, kebutuhan MCK 80 liter per keluarga, dan 20 liter untuk kebutuhan ternak sehingga dalam satu bulan setiap keluarga membutuhkan (10 + 80 + 20) X 30 = 3300 liter per bulan itu baru untuk kebutuhan pokok. Padahal pengasilan warga hanya dari bertani tadah hujan,jika terjadi kemarau panjang hal ini sangat sekali dirasakan.


Kekeringan yang selalu di alami oleh mayarakat TegalM ulyo, Kemalang ,Klaten menggugah warga untuk kembali membuka sejarah bahwa di sekitar kawasan hutan yang berada di sebelah utara kampong pernah di gunakan oleh jepang sebagai tempat persembunyian tentar a jepang, karena terdapat gua peninggalan jepang .
Kemudian sejarah itu mulai di gali ceritanya dengan menayakan kepada warga yang pernah mengalami jaman penjajahan jepang unutk mencari di mana letak sumber air yang pernak digunakan pada masa tersebut. Dengan di pandu sesepuh desa warga mulai mencari sumber air, pada tahun 2000 sumber air di temukan dengan cara penggalian secara manual. Adapun letak dari sumber air tersebut di luar wialyah perkampungan di dalam kawasan hutan yang sekarang telah berubah menjadi taman nasional, tepatnya di bawah dimana tentara jepang dahulu membuat camp. Penggalian di lakukan selama 2 bulan dengan cara manual, kemudian bersama dengan Gabungan Anak Merapi warga membuat sebuah kepanitian untuk penggalangan dana, akhir tahun 2000 penggalian di lanjutkan tahap pengamanan, dari hasil penggalangan dana sumber air di buat sumur dengan nama Sapu Angin kemudian dengan menggunakan pompa di ambil menuju perkampungan.
Akan tetapi karena jarak sumur dengan perkampungan yang jauh serta beda tinggi tanah yang hampir 100 meter membuat biaya operasional sangat besar.
Pada tahun 2009 penggalian di tambah lagi karena memang sangat dibutuhkannya kebutuhan air bersih sumber iar yang kedua ini jaraknya tidak jauh dari sumber yang pertama sekitar 25 meter . dengan kedalaman yang sama kurang lebih 8 meter air sudah dapat di tarik ke atas.
Akan tetapi lagi – lagi masalah pendanaan yang menjadi kendala, untuk itu dengan penulisan artikel ini dapat menggugah pemerintah ataupun lembaga – lembaga bahwa warga sangat membutuhkan akan sarana air bersih ini. Sehingga uluran tangan pemerintah atau lembaga – lembaga lain dapat membantu akan penderitaan warga Kemalang,Tegalmulyo bagian utara khususnya.
Untuk informasi lebih lengkap dapat di peroleh dari perangkat desa Tegalmulyo Bp SRIJONO ( kadus III), atau bapak Nanto, basecamp pendakian, hotline Setyo, kristanto 081568423005 email gam_merapi@yahoo.co.id
09.11.2009
SUKIMAN di
Pupuk Kandang Naik itu pertanda Bagus ,.. yang lebih baik lagi menjadi mahal artinya petani yang di untungkan,alamnya juga akan lebih baik,, dari petani,untuk petani menghidupi wong cilik,. akan lebih sempurna kalau 100% tanpa pupuk pabrik..
arsip SHOUTBOX
form SHOUTBOX
Tulisan yang anda masukkan dalam shoutbox ini, akan mengalami proses penyaringan yang akan dilakukan oleh editor/penanggungjawab redaksi web
Nama
Email
Di
Message
Autentikasi
Kode
Situs ini dikelola oleh JALIN MERAPI dan Combine Resouce Institution.
Hak cipta dalam dokumen situs ini ada pada masing-masing kontributor.
Diizinkan untuk melakukan penyalinan sebagian atau keseluruhan dokumen serta mendistribusikan seluruh berkas pada segala macam media, dengan ketentuan menyertakan catatan hak cipta dalam dokumen.