|
7 July 2010 10:21:05 Setelah terlihat parahnya Kerusakan jalan, Pemerintah kabupaten Klaten menerapkan aturan batasan muatan truk pasir dan batu (tamabang Gol.C), ini disambut baik oleh sebagian besar warga termasuk para sopir truk, selain itu kerusakan jalan tentu bisa di tekan.
selengkapnya 14 June 2010 07:44:53 selengkapnya 3 June 2010 13:37:03 Tambang..Preman..Intimidasi..yang berdalih peningkatan Ekonomi dan PAD.
Kegiatan penambangan pasir di Kecamatan kemalang sudah berjalan hampir 6 tahun dengan jumlah truk perhari semalam 2500 truck dengan muatan rata-rata 8m3,berapa perhari berapa perbulanya dan berapa pula duit yang masuk di kecamatan kemalang dalam perhari.ada dua macam akibat itu ; ekonomi dan kerusakan lingkungan, berikut data riil dilapangan patut sebagai pembelajaran untuk Kawasan yang saat ini belum kemasukan kegiatan tambang pasir .
selengkapnya 1 June 2010 13:35:08 Dari Sebuah Cerita :”Drama Tambang Pasir” selengkapnya 1 May 2010 09:56:50 Ijin Tambang Tidak Menjamin Aman selengkapnya 24 March 2010 15:09:48 Kami menunngu anda Tracking Merapi 2 jam perjalanan
selengkapnya 28 December 2009 17:05:58 Hujan lebat selam 3 jam membuat hamper setiap ladamg masyarakat, minimal 10m3 tanah longsor,. Walaupun tidak menimbulkan kerugian masyarakat yang berarti tetapi menurut masyarakat kejadian ini memang di luar dugaan , biasanya masyarakat sudah hafal kapan hujan lebat yang mengakibatkan kelongsoran, di hitung dari perhitungan musim yang dianutnya, tahun “Yo,.agi iki dik udan di arep-arep ora teko mbareng teko malah luwih gedhe “ ( baru kali ini Dik,.hujan di tunggu-tunggu tidak dating begitu dating terlalu besar,), Kata Mbah Udi warga dusun mbangan.
selengkapnya 18 July 2009 00:36:57 Cerita Pendakian Merapi Anak SD Umur 10 th
selengkapnya 15 June 2009 23:15:49 Lalu lintas di kota Muntilan saat ini sangat berbeda dibanding 10 tahun yang lalu. Mudahnya kredit kendaraan bermotor menjadikan jalan raya semakin padat. Hal tersebut disikapi pihak yang berwenang dengan mengaspal halus hampir seluruh jalan yang ada didalam kota, demikian juga rambu-rambu lalulintas bertebaran di seluruh jalanan. Namun demikian, hal yang patut disayangkan adalah kurang tertibnya semua pihak yang berhubungan dengan jalan raya tersebut.
Lihatlah saja Jalan Pemuda yang merupakan jalan protokol kota Muntilan Jalan yang seharusnya satu arah tetap digunakan pengguna untuk berkendara sepedamotor melawan arus di jalur lambat. Ketidaktertiban ini dimanfaatkan pihak yang berwajib dengan seringkali menunggu di ujung jalan yang lain. selengkapnya 24 February 2009 20:02:24 Pahlawan lingkungan tanpa tanda jasa, tanpa mengharap imbalan dan penghargaan atau sejenisnya. Adalah masyarakat Merapi bersama dengan Pasag Merapi Klaten dan Radio komunitas Lintas Merapi dan masyarakat Deles pada bulan Januari silam memulai lagi melakukan kegiatan menanam Jambu Biji di Merapi. Pada bulan Januari telah tertanam 500 pohon kini akan di tanam 10.000 pohon.
Tanaman jambu biji ini bukan untuk buahnya manusia, tetapi untuk menyediakan makan bagi kera di hutan Merapi. Hal ini akan menjadi jawaban bagi kebijakan pengelola hutan (Taman Nasional Merapi) yang dulu pernah mendatangkan penangkap kera, yang konon suku “BAIDUI”, yang malah ditahan di rumah warga lantaran tidak kulon nuwun (ijin pada warga) Deles. ”Bagi kami mengelola hutan itu tidak memasang papan nama, papan larangan, tetapi tindakan yang nyata yang bisa dirasakan oleh semua orang dan bukan harus proyek yang harus mengeluarkan biaya” kata masyarakat Deles, “selama ini dari pihak Taman Nasional yang punya proyek hanya sosialisasi undang-undang saja belum ada tindakan yang jelas,” jelas Riyanto. ”kegiatan ini juga adalah wujud kedekatan, kecintaan masyarakat pada Hutan Merapi".
"Bahkan kami tidak terima kalau masyarakat dituduh sebagai pihak yang ikut andil kerusakan di Merapi, yang merusak Merapi adalah sistem yang tidak berpihak pada masyarakat yang dekat dengan hutan,” kata Sukiman ketika membahas jadwal penanaman Jambu Biji. ” Kera memang hama tetapi bukan harus dibunuh atau dihilangkan, cukup kita sediakan makan to?” tambah Sukiman. Kalau dilihat dari Undang-undang Kehutanan tentang Taman Nasional, menurut sosialisasi dari pihak Taman Nasional Merapi beberapa bulan yang lalu menanam itu bisa salah. Tetapi bagaimana dan apa yang harus dilakukan warga, wong dulu waktu tanam Pinus dibekas kena awan panas Wono “ Siluman” yang dulu kampung sekarang jadi hutan warga menaman atas dasar kesadaran. Karena warga hanya ingin hutan tetap lestari tetapi ekonominya juga kecukupan hanya dengan mengambil rumput dan rencek (ranting kering). Bibit Jambu Biji yang akan ditanam kali ini dukungan bibit dari mantan camat Kemalang, Herlambang J Santosa . Bukti kecintaan masyarakat dengan menanam Jambu Biji ini seharusnya juga membuat para pemegang proyek Merapi berpikir bahwa “MERAPI TIDAK CUKUP DI KELOLA DENGAN MEMBERI NAMA, MEMASANG PAPAN LARANGAN,TANPA MELAKUKAN UPAYA UNTUK LESTARINYA MERAPI” ( Warga Merapi)
selengkapnya 11 October 2008 08:55:57 (Sutet FM, Muntilan, Magelang). Penambangan pasir di lereng merapi disamping ada manfaat secara ekonomi bagi masyarakat sekitar lereng tetapi juga menimbulkan ekses negatif bagi lingkungan merapio. Tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian besar uang yang dihasilkan dari penambangan masuk ke kantong-kantong pribadi
Roda-roda gila melaju di jalanan selama sekian tahun. Dengan tonase yang melebihi batas maka wajar saja jalan Talun berubah menjadi layaknya sungai di musim kering. Pelanggaran tonase yang terjadi sepertinya menjadi pemandangan biasa padahal jelas-jelas truk-truk pengangkut pasir melewati kantor kecamatan Dukun dan Kantor Polsek Dukun. Tetapi sampai sejauh ini dirasakan oleh masyarakat belum ada tindakn dari aparat kecamatan ataupun dari aparat kepolisian yang notabene sebagai penegak hukum.selengkapnya 10 October 2008 10:33:47 Sumur Sapu Angin yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi merupakan salah satu upaya warga yang sangat membutuhkan air bersih. sementara di wilayah ini air sangat mahal dan harus di beli menggunakan tangki seharga kurang lebih rp 160 ribu pada saat musim kemarau seperti saat ini.
selengkapnya 27 April 2008 13:39:00 Karena dirundung kekhawatiran terhadap kegiatan penambangan pasir di tanah Hak Milik (HM) masyarakat Dusun karang yang dilakukan oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di bantaran Sungai Woro, masyarakat Dusun Karang Desa Sidorejo mendatangi studio Radio Komunitas Lintas Merapi FM dengan harapan dapat meluruskan informasi.
Kekhawatiran masyarakat Dusun Karang cukup beralasan karena makin parahnya penambangan yang terjadi di Sidorejo tetapi informasi mengenai penambangan tersebut harus dicek ke lapangan juga, hal tersebut diungkapkan oleh Sukiman, penggerak Forum Kluster Lereng Merapi (FKLM).
Setelah dilakukan observasi di lapangan oleh kru Radio Komunitas Lintas Merapi FM ternyata penambangan pasir yang dilakukan oleh LMDH dengan menggunakan alat berat di Dusun Karang tersebut telah mempunyai SIPD (Surat Izin Penambangan Daerah), sehingga dalam hal menambang sudah sesuai dengan ketentuan.
Fakta dilapangan juga didapati dengan adanya penambangan yang legal tersebut penambang pasir tradisional yang ada di Sungai Woro juga meraup keuntungan, yang biasanya dalam 1 hari hanya ada 2 truk pengangkut pasir, sekarang menjadi 2 bahkan 3 kali lipat.
selengkapnya 3 April 2008 09:03:00 "Mas Mart,Anak-anakku ingin ikut tanam pohon di Deles.Namanya Gilang Birowo (12 tahun) dan Cito Birowo (8 tahun). Gilang sekarang kelas 7 (kelas 1 SMP), Cito kelas 3. Keduanya sekolah di Carlisle Primary School, Perth, Western Australia. Sampaikan salam buat teman-teman di Jalin Merapi. Jika ada foto tentang tanam pohon itu, akan saya download untuk mereka (supaya mereka bisa belajar dari kegiatan ini. Dan siapa tahu nanti mereka bisa berkunjung ke lokasi)"
Diatas merupakan petikan email yang dikirim oleh Antonius Birowo yang sekarang berada di Australia. Antonius Birowo mempunyai dua anak yang mempunyai keinginan untuk ikut mendonasikan uang sakunya untuk "menanam air".
Semangat generasi muda yang tumbuh dari kedua anak ini patut dicontoh oleh generasi muda lain yang berada lebih dekat dengan negaranya sendiri. Mudah-mudahan semangat itu menyalurkan energi positif bagi generasi muda untuk lebih menghargai dan menjaga lingkungan.
selengkapnya 2 April 2008 09:13:00 Di Awal Tahun 2008 ini curah hujan sangat tinggi dan terkadang hujan lebat bercampur angin. Hal ini sangat mempengaruhi tingkat pertanian warga masyarakat lereng Merapi Selo.
Bulan Maret ini banyak warga hanya pasrah, setelah berbagai usaha penyelamatan terhadap tanaman mereka dilakukan dirasa gagal. Ketika terjadi guyuran hujan lebat semua tanaman banyak yang rusak, banyak gulutan-gulutan tergerus air apalagi sayuran yang sudah mulai panen banyak juga yang busuk karena terkena air hujan yang berlebih.
Kondisi ini juga berbarengan dengan warga melakukan tanam tembakau. Dengan curah hujan yang tinggi para warga sangat kesulitan untuk melakukan tanam tembakau. Tembakau sendiri sedianya akan menjadi komoditas utama di bulan kemarau mendatang.
Masyarakat sedikit 'tertolong' dengan model tanam tumpang sari. Ketika tanaman yang satu gagal panen mungkin saja tanaman yang lainnya dapat dipanen sebagai pembantu pengganti biaya produksi mereka. [nrd][SB]
selengkapnya 10 March 2008 11:42:00 Tambang dan masyarakat di mana saja ternyata menimbulkan permasalahan yang sangat pelik dalam penyelesaiannya. Kini giliran konflik yang ditimbulkan tambang dengan alat berat yang masuk wilayah Dusun Gondang Balerante.
Masyarakat yang sudah sepakat untuk tidak mendatangkan alat berat di kampung tersebut terpaksa harus berurusan dengan warga sendiri karena adanya upaya dari segelintir orang yang tetap memaksakan kehendaknya mendatangkan alat berat tersebut.
Hal ini menurut tokoh masyarakat dusun tersebut (tidak mau disebut namanya) akan menimbulkan konflik dan daftar permasalahan baru di dusunnya. Hal tersebut terungkap dalam berbincangan di Radio Komunitas Lintas merapi, "Upaya pelestarian lingkungan dengan tidak mendatangkan alat berat tersebut sudah menjadi kesepakatan tertulis oleh masyarakat" ungkapnya.
Hal ini diharapkan ada perhatian semua pihak yang punya perhatian lebih ke pelestarian lingkungan. Tokoh masyarakat di Dusun Gondang Balerante mengharapkan ada pihak yang mau menyalurkan bantuan berupa bibit agar upaya-upayanya tidak sia-sia. [JN][SB]
selengkapnya 18 February 2008 10:50:00
|
|
|
|
|
| | Nama | Jumlah | Asal daerah | | Eko | 1000 yen | Taman,Sidoarjo,Jawa Timur. | | Agus Suryo | 1000 yen | Wadaslintang, Wonosobo, Jawa Tengah. | | Ryus | 1000 yen | Boyolangu, Tulungagung,Jawa Timur. | | Jox's | 1000 yen | ra_weling.co.id. | | Nurafianto | 1000 yen | Sentolo, Kulonprogo, Jogja. | | Samudi | 1500 yen | Pandak, Sidoharjo, Sragen, Jateng. | | Agus B | 1000 yen | Boyolali, Jawa Tengah. | | NN | 1000 yen | Sambirejo, Sragen, Jawa Tengah. | | Eko Doank | 1000 yen | Sidolaju, Ngawi, Jawa Timur. | | Pakne Thole | 1000 yen | Magelang, Jawa Tengah. | | Luluox | 1000 yen | Solo, Jawa Tengah. | | Handwi | 1000 yen | Tegal, Jawa Tengah. | | Hermanto | 1000 yen | Magelang, Jawa Tengah. | | NN | 1000 yen | trimbil_pak_rt@yahoo.co.in. | | Agung 35 | 1000 yen | Solo, Jawa Tengah. | | Munthul | 1000 yen | Mbandingan, Jawa Tengah. | | Erro | 1000 yen | erro_sevens@yahoo.com. | | NN | 500 yen |
| | Puji | 1000 yen | Cilacap, Jawa Tengah. | | Arif | 1000 yen | Boyolali, Jawa Tengah. | TOTAL 20,000 yen dari keluarga besar DUNLOP Miyazaki-japan. Donatur sebelumnya adalah: - Adityo Setyiawan 12000 yen
- Sarwana Palembang asal Dompol Kemalang Rp.500.000,-
Lokasi penanaman dan jumlah bibit yang sudah direalisasikan: Dukuh Karang Sidorejo Kemalang Klaten 80 pohon Dukuh Karang Tengah Sidorejo Kemalang Klaten 100 pohon Dukuh Deles Sidorejo Kemalang Klaten 50 pohon Terima kasih atas dukunganya. Kami masih "bermimpi" mewujudkan program satu juta pohon untuk daerah tangkapan air dan juga menggugah masyarakat akan sadar lingkungan. Semoga mimpi kami terwujud dengan dukungan dari Anda.. (Lintas Merapi) info email lintasmerapi_fm@yahoo.co.id [kmn][SB]
selengkapnya 13 February 2008 16:39:00 Respon positif pada program penanaman pohon oleh warga Kemalang Klaten terus berlanjut. Setelah sebelumnya Adityo Setyawan, kini giliran Sarwono warga kelahiran Kemalang yang tinggal di Palembang turut serta mengirimkan dana untuk menyokong program ini. Dana langsung dibelikan bibit Cemara Pecut dan langsung juga ditanamkan di wilayah Karang Sidorejo. Kurang lebih 2 KM rencana penanaman bibit ini. Penanaman di wilayah Karang Siderojo disambut dengan antusias oleh warga. Sementara itu untuk penanaman sebelumnya di wilayah Deles, proses yang sekarang dikerjakan yaitu disiangi dan dipupuk.
Sukiman dari Radio Lintas Merapi mengatakan proses ini akan diteruskan dan masih sangat mengharapkan kepedulian semua pihak dalam program penanaman pohon. Kedepannya jika program di wilayah Kemalang selesai akan terus dilanjutkan ke wilayah lingkar Merapi lainnya. [skm][SB]
selengkapnya 5 February 2008 12:44:00 Setelah berbagai upaya dilakukan baik dari masyarakat juga dari pemerintahaan desa Samiran, akhirnya mimpi dari semua masyarakat terwujudkan. Pembangunan jalan poros desa yang menghubungkan desa Samiran dan desa Suroteleng terrealisir. Hampir sekitar 7 tahun pembangunan jalan poros desa ini menjadi agenda pembangunan, namun baru di tahun 2007 rencana program ini mendapatkan tanggapan dari pemerintahaan kabupaten Boyolali dan akhirnya awal bulan Januari 2008 pembangunan jalan tersebut dapat diselesaikan.
Pembiayaan pembangunan jalan poros desa ini berasal dari APBD Kabupaten Boyolali senilai Rp 115.000.000,- dan ditambah swadaya dari masyarakat. Antusiasme bergotongroyong dari masyarakat sangat tinggi baik dari masyarakat desa Samiran ataupun masyarakat desa Suroteleng.
Jalan poros desa Samiran dengan desa Surotelengan menjadi penting karena jalan ini juga sebagai salah satu jalan alternatif jalan penghubung Solo, Selo, Borobodur apabila jalan utama mengalami hambatan, rintangan atau longsor. Manfaat yang sangat besar dirasakan juga oleh warga desa Suroteleng. Bagi masyarakat desa Suroteleng jalan poros ini merupakan jalan utama menuju wilayah desa Samiran, di mana segala akses baik kesehatan dan juga pasar terletak di wilayah desa Samiran. [ndh][SB]
selengkapnya 25 January 2008 09:01:00 AKP (Analisis Kemiskinan Partisipatif) merupakan program baru bagi pemerintahan desa Samiran. Tujuan program ini adalah bagaimana pemerintahan desa mempunyai sebuah data-base kemiskinan yang didapat dari masyarakat sendiri dan menjadi salah satu progam desa yang kedepan sebagai pemberdayaan terhadap kaum miskin agar dapat mengurangi angka kemiskinan di desa Samiran. Selain itu, hasil dari AKP sebagai rujukan setiap kebijakan desa ataupun pemberdayaan agar bisa tepat sasaran.
Program ini diawali dengan sosialisasi kepada lembaga desa dan para tokoh masyarakat. Dalam tahapan ini ditekankan satu aspek pemahaman bersama terhadap program diantara para lembaga desa dan para tokoh masyarakat yang mewakili, dan menjadi tanggung jawab mereka untuk bisa menginformasikan program ini secara gamblang kepada masyarakat. Tahap selanjutnya pembentukan tim yang nantinya akan menjadi fasilitator program AKP di desa Samiran. Tim terbentuk terdiri dari 4 Kadus, 1 Kaur keuangan dan 7 orang perwakilan dari masyarakat.
Setelah tim 12 mendapatkan pelatihan program, dilaksanakan juga sosialisasi kepada masyarakat lewat FGD yang dilakukan 4 kali pertemuan di wilayah pemerintahan 4 kadus. Proses berikutnya, dilanjutkan identifikasi dan klasifikasi kesejahteraan dan juga kriteria serta indikator yang ditentukan sendiri oleh masyarakat. Selanjutnya akan lakukan sensus atau pendataan yang di lakukan di setiap RT, kemudian tahapan selanjutnya data akan diperiksa silang dan akan dilakukan penilaian sampai prosentase dan peta wilayah kemiskinan di desa Samiran. [Nrd][SB]
selengkapnya
|