|Halaman Utama |Peta Situs |Tentang Kami |
, 22 Nov 2009
Bahasa/Language
GIS JALIN MERAPI
Google Maps GIS
Streaming JALIN MERAPI
Live Stream!. [Ogg Player]
INFO MERAPI
EKONOMI LOKAL
LINGKUNGAN
BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL
WARGA BICARA
ANALISIS
SERBA-SERBI
PARIWISATA
PENANGGULANGAN BENCANA
KLIPING
SIAGA MERAPI
STATUS MERAPI
PUSAT INFORMASI
MEDIS
GALERI FOTO
STATISTIK WEB
Total klik : 420473
Pengunjung : 11768
Klik Dalam 24jam: 1200
Yang Lagi Online: 6
RADKOM JALIN MERAPI
Radio Komunitas DRR FM
Radio Komunitas Sutet FM
Rakom KFM
Rakom Lintas Merapi
Rakom MMC FM
hotline sms
Kirimkan SMS anda ke: 0819-33-277638 dgn diawal kata:
merapi <spasi> isi pesan anda
RSS Feed

18 July 2009 00:36:57

Mengisi Liburan Sekolah Dengan Naik Merapi

 Cerita Pendakian Merapi Anak SD Umur 10 th

selengkapnya

15 June 2009 23:15:49

Keruwetan Lalu-Lintas di Muntilan

Lalu lintas di kota Muntilan saat ini sangat berbeda dibanding 10 tahun yang lalu. Mudahnya kredit kendaraan bermotor menjadikan jalan raya semakin padat. Hal tersebut disikapi pihak yang berwenang dengan mengaspal halus hampir seluruh jalan yang ada didalam kota, demikian juga rambu-rambu lalulintas bertebaran di seluruh jalanan. Namun demikian, hal yang patut disayangkan adalah kurang tertibnya semua pihak yang berhubungan dengan jalan raya tersebut.

Lihatlah saja Jalan Pemuda yang merupakan jalan protokol kota Muntilan Jalan yang seharusnya satu arah tetap digunakan pengguna untuk berkendara sepedamotor melawan arus di jalur lambat. Ketidaktertiban ini dimanfaatkan pihak yang berwajib dengan seringkali menunggu di ujung jalan yang lain.

selengkapnya

24 February 2009 20:02:24

Cintai Merapi dengan Melakukan Penanaman Pohon Jambu Biji

Pahlawan lingkungan tanpa tanda jasa, tanpa mengharap imbalan dan penghargaan atau sejenisnya. Adalah masyarakat Merapi bersama dengan Pasag Merapi Klaten dan Radio komunitas Lintas Merapi dan masyarakat Deles pada bulan Januari silam memulai lagi melakukan kegiatan menanam Jambu Biji di Merapi. Pada bulan Januari telah tertanam 500 pohon kini akan di tanam 10.000 pohon.
 
Tanaman jambu biji ini bukan untuk buahnya manusia, tetapi untuk menyediakan makan bagi kera di hutan Merapi. Hal ini akan menjadi jawaban bagi kebijakan pengelola hutan (Taman Nasional Merapi) yang dulu pernah mendatangkan penangkap kera, yang konon suku “BAIDUI”, yang malah ditahan di rumah warga lantaran tidak kulon nuwun (ijin pada warga) Deles.

”Bagi kami mengelola hutan itu tidak memasang papan nama, papan larangan, tetapi tindakan yang nyata yang bisa dirasakan oleh semua orang dan bukan harus proyek yang harus mengeluarkan biaya” kata masyarakat Deles, “selama ini dari pihak Taman Nasional yang punya proyek hanya sosialisasi undang-undang saja belum ada tindakan yang jelas,” jelas Riyanto. ”kegiatan ini juga adalah wujud kedekatan, kecintaan masyarakat pada Hutan Merapi".
 
"Bahkan kami tidak terima kalau masyarakat dituduh sebagai pihak yang ikut andil kerusakan di Merapi, yang merusak Merapi adalah sistem yang tidak berpihak pada masyarakat yang dekat dengan hutan,” kata Sukiman ketika membahas jadwal penanaman Jambu Biji. ” Kera memang hama tetapi bukan harus dibunuh atau dihilangkan, cukup kita sediakan makan to?” tambah Sukiman.
Kalau dilihat dari Undang-undang Kehutanan tentang Taman Nasional, menurut sosialisasi dari pihak Taman Nasional Merapi beberapa bulan yang lalu menanam itu bisa salah. Tetapi bagaimana dan apa yang harus dilakukan warga, wong dulu waktu tanam Pinus dibekas kena awan panas Wono “ Siluman” yang dulu kampung sekarang jadi hutan warga menaman atas dasar kesadaran.

Karena warga hanya ingin hutan tetap lestari tetapi ekonominya juga kecukupan hanya dengan mengambil rumput dan rencek (ranting kering). Bibit Jambu Biji yang akan ditanam kali ini dukungan bibit dari mantan camat Kemalang, Herlambang J Santosa . Bukti kecintaan masyarakat dengan menanam Jambu Biji ini seharusnya juga membuat para pemegang proyek Merapi berpikir bahwa “MERAPI TIDAK CUKUP DI KELOLA DENGAN MEMBERI NAMA, MEMASANG PAPAN LARANGAN,TANPA MELAKUKAN UPAYA UNTUK LESTARINYA MERAPI” ( Warga Merapi)

selengkapnya

11 October 2008 08:55:57

Jalan ini untuk siapa?

(Sutet FM, Muntilan, Magelang). Penambangan pasir di lereng merapi disamping ada manfaat secara ekonomi bagi masyarakat sekitar lereng tetapi juga menimbulkan ekses negatif bagi lingkungan merapio. Tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian besar uang yang dihasilkan dari penambangan masuk ke kantong-kantong pribadi

Roda-roda gila melaju di jalanan selama sekian tahun. Dengan tonase yang melebihi batas maka wajar saja jalan Talun berubah menjadi layaknya sungai di musim kering. Pelanggaran tonase yang terjadi sepertinya menjadi pemandangan biasa padahal jelas-jelas truk-truk pengangkut pasir melewati kantor kecamatan Dukun dan Kantor Polsek Dukun. Tetapi sampai sejauh ini dirasakan oleh masyarakat belum ada tindakn dari aparat kecamatan ataupun dari aparat kepolisian yang notabene sebagai penegak hukum.

selengkapnya

10 October 2008 10:33:47

Sumur Sapu Angin Upaya Masyarakat Menyediakan Air Bersih Lereng Merapi

Sumur Sapu Angin yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi merupakan salah satu upaya warga yang sangat membutuhkan air bersih. sementara di wilayah ini air sangat mahal dan harus di beli menggunakan tangki seharga kurang lebih rp 160 ribu pada saat musim kemarau seperti saat ini.

selengkapnya

27 April 2008 13:39:00

Penambangan Ber-SIPD

Karena dirundung kekhawatiran terhadap kegiatan penambangan pasir di tanah Hak Milik (HM) masyarakat Dusun karang yang dilakukan oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di bantaran Sungai Woro, masyarakat Dusun Karang Desa Sidorejo mendatangi studio Radio Komunitas Lintas Merapi FM dengan harapan dapat meluruskan informasi.

Kekhawatiran masyarakat Dusun Karang cukup beralasan karena makin parahnya penambangan yang terjadi di Sidorejo tetapi informasi mengenai penambangan tersebut harus dicek ke lapangan juga, hal tersebut diungkapkan oleh Sukiman, penggerak Forum Kluster Lereng Merapi (FKLM).

Setelah dilakukan observasi di lapangan oleh kru Radio Komunitas Lintas Merapi FM ternyata penambangan pasir yang dilakukan oleh LMDH dengan menggunakan alat berat di Dusun Karang tersebut telah mempunyai SIPD (Surat Izin Penambangan Daerah), sehingga dalam hal menambang sudah sesuai dengan ketentuan.

Fakta dilapangan juga didapati dengan adanya penambangan yang legal tersebut penambang pasir tradisional yang ada di Sungai Woro juga meraup keuntungan, yang biasanya dalam 1 hari hanya ada 2 truk pengangkut pasir, sekarang menjadi 2 bahkan 3 kali lipat.

selengkapnya

3 April 2008 09:03:00

Virus 'Tanam Air' Menyeberang ke Australia

"Mas Mart,Anak-anakku ingin ikut tanam pohon di Deles.Namanya Gilang Birowo (12 tahun) dan Cito Birowo (8 tahun). Gilang sekarang kelas 7 (kelas 1 SMP), Cito kelas 3. Keduanya sekolah di Carlisle Primary School, Perth, Western Australia. Sampaikan salam buat teman-teman di Jalin Merapi. Jika ada foto tentang tanam pohon itu, akan saya download untuk mereka (supaya mereka bisa belajar dari kegiatan ini. Dan siapa tahu nanti mereka bisa berkunjung ke lokasi)"

Diatas merupakan petikan email yang dikirim oleh Antonius Birowo yang sekarang berada di Australia. Antonius Birowo mempunyai dua anak yang mempunyai keinginan untuk ikut mendonasikan uang sakunya untuk "menanam air".

Semangat generasi muda yang tumbuh dari kedua anak ini patut dicontoh oleh generasi muda lain yang berada lebih dekat dengan negaranya sendiri. Mudah-mudahan semangat itu menyalurkan energi positif bagi generasi muda untuk lebih menghargai dan menjaga lingkungan.

selengkapnya

2 April 2008 09:13:00

Curah Hujan Tinggi

Di Awal Tahun 2008 ini curah hujan sangat tinggi dan terkadang hujan lebat bercampur angin. Hal ini sangat mempengaruhi tingkat pertanian warga masyarakat lereng Merapi Selo.

Bulan Maret ini banyak warga hanya pasrah, setelah berbagai usaha penyelamatan terhadap tanaman mereka dilakukan dirasa gagal. Ketika terjadi guyuran hujan lebat semua tanaman banyak yang rusak, banyak gulutan-gulutan tergerus air apalagi sayuran yang sudah mulai panen banyak juga yang busuk karena terkena air hujan yang berlebih.

Kondisi ini juga berbarengan dengan warga melakukan tanam tembakau. Dengan curah hujan yang tinggi para warga sangat kesulitan untuk melakukan tanam tembakau. Tembakau sendiri sedianya akan menjadi komoditas utama di bulan kemarau mendatang.

Masyarakat sedikit 'tertolong' dengan model tanam tumpang sari. Ketika tanaman yang satu gagal panen mungkin saja tanaman yang lainnya dapat dipanen sebagai pembantu pengganti biaya produksi mereka. [nrd][SB]

selengkapnya

10 March 2008 11:42:00

Masyarakat Menolak Tambang dengan Alat Berat

Tambang dan masyarakat di mana saja ternyata menimbulkan permasalahan yang sangat pelik dalam penyelesaiannya. Kini giliran konflik yang ditimbulkan tambang dengan alat berat yang masuk wilayah Dusun Gondang Balerante.

Masyarakat yang sudah sepakat untuk tidak mendatangkan alat berat di kampung tersebut terpaksa harus berurusan dengan warga sendiri karena adanya upaya dari segelintir orang yang tetap memaksakan kehendaknya mendatangkan alat berat tersebut.

Hal ini menurut tokoh masyarakat dusun tersebut (tidak mau disebut namanya) akan menimbulkan konflik dan daftar permasalahan baru di dusunnya. Hal tersebut terungkap dalam berbincangan di Radio Komunitas Lintas merapi, "Upaya pelestarian lingkungan dengan tidak mendatangkan alat berat tersebut sudah menjadi kesepakatan tertulis oleh masyarakat" ungkapnya.

Hal ini diharapkan ada perhatian semua pihak yang punya perhatian lebih ke pelestarian lingkungan. Tokoh masyarakat di Dusun Gondang Balerante mengharapkan ada pihak yang mau menyalurkan bantuan berupa bibit agar upaya-upayanya tidak sia-sia. [JN][SB]

selengkapnya

18 February 2008 10:50:00

Terima kasih Kami pada yang Telah Ikut Program Tanam Air







Nama Jumlah Asal daerah
Eko 1000 yen Taman,Sidoarjo,Jawa Timur.
Agus Suryo 1000 yen Wadaslintang, Wonosobo, Jawa Tengah.
Ryus 1000 yen Boyolangu, Tulungagung,Jawa Timur.
Jox's 1000 yen ra_weling.co.id.
Nurafianto 1000 yen Sentolo, Kulonprogo, Jogja.
Samudi 1500 yen Pandak, Sidoharjo, Sragen, Jateng.
Agus B 1000 yen Boyolali, Jawa Tengah.
NN 1000 yen Sambirejo, Sragen, Jawa Tengah.
Eko Doank 1000 yen Sidolaju, Ngawi, Jawa Timur.
Pakne Thole 1000 yen Magelang, Jawa Tengah.
Luluox 1000 yen Solo, Jawa Tengah.
Handwi 1000 yen Tegal, Jawa Tengah.
Hermanto 1000 yen Magelang, Jawa Tengah.
NN 1000 yen trimbil_pak_rt@yahoo.co.in.
Agung 35 1000 yen Solo, Jawa Tengah.
Munthul 1000 yen Mbandingan, Jawa Tengah.
Erro 1000 yen erro_sevens@yahoo.com.
NN 500 yen
Puji 1000 yen Cilacap, Jawa Tengah.
Arif 1000 yen Boyolali, Jawa Tengah.

TOTAL 20,000 yen dari keluarga besar DUNLOP Miyazaki-japan.

Donatur sebelumnya adalah:

  1. Adityo Setyiawan 12000 yen
  2. Sarwana Palembang asal Dompol Kemalang Rp.500.000,-

Lokasi penanaman dan jumlah bibit yang sudah direalisasikan:

Dukuh Karang Sidorejo Kemalang Klaten 80 pohon

Dukuh Karang Tengah Sidorejo Kemalang Klaten 100 pohon

Dukuh Deles Sidorejo Kemalang Klaten 50 pohon

Terima kasih atas dukunganya. Kami masih "bermimpi" mewujudkan program satu juta pohon untuk daerah tangkapan air dan juga menggugah masyarakat akan sadar lingkungan. Semoga mimpi kami terwujud dengan dukungan dari Anda..
(Lintas Merapi) info email lintasmerapi_fm@yahoo.co.id [kmn][SB]

selengkapnya

13 February 2008 16:39:00

Terus Menanam untuk Masa Depan

Respon positif pada program penanaman pohon oleh warga Kemalang Klaten terus berlanjut. Setelah sebelumnya Adityo Setyawan, kini giliran Sarwono warga kelahiran Kemalang yang tinggal di Palembang turut serta mengirimkan dana untuk menyokong program ini.

Dana langsung dibelikan bibit Cemara Pecut dan langsung juga ditanamkan di wilayah Karang Sidorejo. Kurang lebih 2 KM rencana penanaman bibit ini. Penanaman di wilayah Karang Siderojo disambut dengan antusias oleh warga. Sementara itu untuk penanaman sebelumnya di wilayah Deles, proses yang sekarang dikerjakan yaitu disiangi dan dipupuk.

Sukiman dari Radio Lintas Merapi mengatakan proses ini akan diteruskan dan masih sangat mengharapkan kepedulian semua pihak dalam program penanaman pohon. Kedepannya jika program di wilayah Kemalang selesai akan terus dilanjutkan ke wilayah lingkar Merapi lainnya. [skm][SB]

selengkapnya

5 February 2008 12:44:00

Mimpi Lama Terwujud

Setelah berbagai upaya dilakukan baik dari masyarakat juga dari pemerintahaan desa Samiran, akhirnya mimpi dari semua masyarakat terwujudkan. Pembangunan jalan poros desa yang menghubungkan desa Samiran dan desa Suroteleng terrealisir. Hampir sekitar 7 tahun pembangunan jalan poros desa ini menjadi agenda pembangunan, namun baru di tahun 2007 rencana program ini mendapatkan tanggapan dari pemerintahaan kabupaten Boyolali dan akhirnya awal bulan Januari 2008 pembangunan jalan tersebut dapat diselesaikan.

Pembiayaan pembangunan jalan poros desa ini berasal dari APBD Kabupaten Boyolali senilai Rp 115.000.000,- dan ditambah swadaya dari masyarakat. Antusiasme bergotongroyong dari masyarakat sangat tinggi baik dari masyarakat desa Samiran ataupun masyarakat desa Suroteleng.

Jalan poros desa Samiran dengan desa Surotelengan menjadi penting karena jalan ini juga sebagai salah satu jalan alternatif jalan penghubung Solo, Selo, Borobodur apabila jalan utama mengalami hambatan, rintangan atau longsor.
Manfaat yang sangat besar dirasakan juga oleh warga desa Suroteleng. Bagi masyarakat desa Suroteleng jalan poros ini merupakan jalan utama menuju wilayah desa Samiran, di mana segala akses baik kesehatan dan juga pasar terletak di wilayah desa Samiran. [ndh][SB]

selengkapnya

25 January 2008 09:01:00

AKP Analisis Kemiskinan Partisipatif

AKP (Analisis Kemiskinan Partisipatif) merupakan program baru bagi pemerintahan desa Samiran. Tujuan program ini adalah bagaimana pemerintahan desa mempunyai sebuah data-base kemiskinan yang didapat dari masyarakat sendiri dan menjadi salah satu progam desa yang kedepan sebagai pemberdayaan terhadap kaum miskin agar dapat mengurangi angka kemiskinan di desa Samiran. Selain itu, hasil dari AKP sebagai rujukan setiap kebijakan desa ataupun pemberdayaan agar bisa tepat sasaran.

Program ini diawali dengan sosialisasi kepada lembaga desa dan para tokoh masyarakat. Dalam tahapan ini ditekankan satu aspek pemahaman bersama terhadap program diantara para lembaga desa dan para tokoh masyarakat yang mewakili, dan menjadi tanggung jawab mereka untuk bisa menginformasikan program ini secara gamblang kepada masyarakat. Tahap selanjutnya pembentukan tim yang nantinya akan menjadi fasilitator program AKP di desa Samiran. Tim terbentuk terdiri dari 4 Kadus, 1 Kaur keuangan dan 7 orang perwakilan dari masyarakat.

Setelah tim 12 mendapatkan pelatihan program, dilaksanakan juga sosialisasi kepada masyarakat lewat FGD yang dilakukan 4 kali pertemuan di wilayah pemerintahan 4 kadus. Proses berikutnya, dilanjutkan identifikasi dan klasifikasi kesejahteraan dan juga kriteria serta indikator yang ditentukan sendiri oleh masyarakat. Selanjutnya akan lakukan sensus atau pendataan yang di lakukan di setiap RT, kemudian tahapan selanjutnya data akan diperiksa silang dan akan dilakukan penilaian sampai prosentase dan peta wilayah kemiskinan di desa Samiran. [Nrd][SB]

selengkapnya

23 January 2008 08:41:00

CINTA LINGKUNGAN


LINGKUNGANKU SAHABATKU
Ide gagasan sering kali tidak terwujud karena terkadang ide tersebut merupakan gagasan atau wacana dari seseorang atau beberapa individu saja. Tetapi ternyata kalo kita mau, dan mampu menuangkan dengan lisan,tulisan atau apapun bentuknya yang bisa di ketahui orang lain akan meringankan beban ide kita itu. Ide yang dianggap sepele oleh beberapa orang mungkin bagus di anggap oleh orang banyak, terkadang juga , kita susah menuangkan ide dalam bentuk apa.ternyata budaya cinta lingkungan yang dituangkan di internet di respon baik oleh pembaca internet.

selengkapnya

14 January 2008 16:49:00

TANAM POHON IDENTIK TANAM AIR

Lintas merapi Radio komunitas milik sedulur merapi mengajak Anda yang ingin menanam kebaikan untuk anak cucu. Dengan berpariwisata artinya berlibur, dengan bercocok tanam artinya mau memetik buahnya di kemudian hari. Kata orang tua kita, berlibur sering hanya diartikan sesaat sehingga mempunyai arti menghibur hati menjadi senang. Tapi bagaimana kalau saat berliburan Anda meninggalkan satu kenangan yang mungkin bisa diwariskan untuk anak cucu, menanam pohon misalnya?

selengkapnya

10 January 2008 17:06:00

Hujan Datang Warga Selo Prihatin

Musim penghujan pun telah datang. Seperti buah simalakama bagi warga Samiran dan umumnya warga Kecamatan Selo. Satu sisi menyambut gembira awal musim penghujan yang dibarengi panen jagung. Tapi di sisi lain warga prihatin dengan keadaan alam yang tidak menentu.

KeKuatiran! Inilah yang di rasakan warga melihat musim penghujan kali ini yang mengakibatkan bencana . Terlihat banyak longsoran di mana-mana dan tidak sedikit lahan pertanian yang tergerus oleh air di kala hujan. Bahkan banyak warga mengatakan saat curah hujan sangat tinggi mengakibatkan banyak gulukan-gulukan lahan pertanian tak terkendali yang akhirnya longsor. Hal ini seperti disampaikan oleh Bapak Karimin warga Dukuh Plalangan Desa Lencoh "curah hujannya sama dengan musim lalu tapi kok banjirnya semakin bertambah besar", inilah keprihatinan para warga yang muncul dan apa tindakan mereka?.

Melihat kondisi ini para warga pun sadar bahwa di wilayah atas (gunung-red) kalau sudah gundul tanpa pepohonan yang besar akan banyak membawa bencana. Masyarakat pun kemudian mengambil tindakan dengan menanam pepohonan untuk menjaga alam mereka dari bencana. Antusiasme warga terlihat tinggi. Mereka mulai satu persatu lahan yang sebenarnya sebagai wilayah penyangga dan karena terdesak oleh kebutuhan ekonomi dengan terpaksa mereka olah sebagai lahan pertanian sekarang mereka balik lagi dengan menanami tanaman keras seperti sengon, suren. Tingginya semangat warga masyarakat untuk menanami kembali daerah rawan lonsor terbukti ketika ada bibit langsung diserbu masyarakat untuk ditanam bahkan sampai kekurangan bibit.

Melihat kondisi tersebut memang perlu upaya untuk meningkatkan lagi kesadaran masyarakat yang di barengi upaya dari pemerintahan guna penyelamatan hutan sebagai tujuan untuk konservasi dan rehabisasi hutan yang berkelanjutan.

Namun yang menjadi kekhawatiran kedepan adalah bagaimana ketika warga masyarakat terdesak ekonomi untuk memenuhi kebutuhan kelangsungan hidup, mereka akan kembali membuka lahan dan kayu adalah sasaran utama bagi mereka untuk bisa dijadikan uang. Maka inilah PR besar bagi pemerintahan dan kita semua agar hutan tetap lestari dan masyarakat makmur. (Nrd)(SB)

selengkapnya

4 January 2008 08:51:00

Demo "Pasiran" Warga Merapi

Hari ini, warga sengi kec. Dukun demo damai di pelataran kantor kecamtan Dukun, mengajukan tuntutan untuk segera diturunkannya surat dari Bupati Magelang tentang larangan kegiatan penambangan pasir diwilayah desa sengikhususnya dan kec dukun pada umumnya. Sebulan lalu juga sudah pernah mengajukan tapi baru hari ini surat tersebut bisa turun. Surat ini difungsikan untuk lebih memperkuat peraturan desa yang jg sudah dibuat sebelumnya.

selengkapnya

14 December 2007 08:42:00

Pencanangan sejuta Pohon Di Kemalang Klaten

Walaupun suara eskavator ( alat berat untuk menggali pasir ) di kemalang masih juga menghiasi kampung-kampung di Kecamatan kemalang klaten tetapi Masyarakat merasa sedikit terobati kekecewaanya lantaran hari ini Kunjungan bupati Klaten yang berniat mencanangkan penanaman sejuta pohon di kemalang yang dimulai di Desa sidorejo .

selengkapnya

3 October 2007 21:31:00

Menyambut Lebaran di Musim Kemarau

Mencari air di malam hari untuk menghindari antrian di siang hari dilakukan oleh Masyrakat Deles ke sendang terdekat karena susahnya mencari air, bukan saja antrianya tetapi juga karena debit air yang kecil sedang yang menunggu sendang cukup banyak.

selengkapnya

16 September 2007 22:19:00

Kemarau Sulitkan Petani Selo Cari Pakan Ternak

Kemarau kali ini memang tak membuat kaget para petani Selo di lereng Merapi dikarenakan memang sudah merupakan kebiasaan setiap tahun. Memasuki kemarau petani Selo telah terbiasa dengan siklus pascapanen tembakau yang dilanjutkan dengan penanaman jagung sebagai komoditas utama di setiap musim kemarau menjelang turun hujan.

selengkapnya

2
Arsip LINGKUNGAN
2
-->
USER LOGIN
UserID
Passwd
Shoutbox
21.11.2009
xx di
parahnya lagi Teman2 Gam Mikire dah tenanan prihatin di sangka golek untung, trus di ganjal programe,.. itu cuma saya dengar dari angin lalu heee
20.11.2009
TYECK di
buat kris yang pernah kkn di tegal mulyo kalo masalah itu tinggal kebijakan perut mas.Di tahun 2000 kami bersama warga bahu membahu mendapatkan sumber air, selama 3 tahun bahkan sampai sekarang belum dapat kami maksimalkan
20.11.2009
TYECK di
buat mr xx > memang kadang kita sendiri bingung dengan klaten sebagai warga kecil pingin sekali membrikan kontribusi ke klaten tapi ganjalan birokrasi yang diselingi pembohongan.
17.11.2009
xx di
jangan Heran Saudaraku Yg Pernah KKN di Tegalmulyo,.. 2006 ada Investor (hibah) dari Malaysia gagal karena ternyata sumber air yang di tunjukan teman2 FKLM di sungai Krasak Sudah tidak Berbekas,.. Rencananya Donatur tersebut hanya ingin Bantu naikan air tsb dengan dana 1.6Milyar,.. yaaa,.. itulah Klaten kebijakan berkedok dukung Rakyat tetapi... Jawab sendiri //
17.11.2009
kris di
1997, harga air 1 tangki 50 rb & hanya sampai jayan. krn hrs beli maka sy (& kami) diajak belajar u/ menghargai air. wkt itu, pernah tertunjuk (o/ org pintar) bhw dpn rmh pak kuwat (mantan kades) tdpt sumber air (mskp dlm jg). namun tdk dpt terlaksana krn biaya besar (beli pompa & ongkos) & mempengaruhi bangunan musholla dpn rmh beliau. ya, itu yg s4 kami singgung dg mslh air.
oya, th lalu sy maen ke desa ini. astaga...jln2 pd hancur & kebun2 pd rusak krn penambangan pasir+batu. saat naek dkt sd gondang s4 jatuh krn jln mjd tumpukan debu. ya, jd sedih (plg lewat jln sidareja, jg hancur). knp, hrs digali dgn merusak lingkungan (kebun/ladang) & jln?
:-(
17.11.2009
kris di
katur salam dumateng sadherek di tegalmulyo : lucky & atun, harsono, harjono, lantip, mas sri, mas subur, pak daman, dik nia, pak dewa & mas giyo (gondang), pak citro (nglerep/klerep), mas yadi, ugi para kadang sadulur. pripun kabar panjenengan sesami? mugi2 tansah keparingan karahayun.
(nate KKN juli-agustus 1997 lan nyepeng wonten ing ds jayan)
17.11.2009
dewanto di
13.11.2009
SUKIMAN di
Nggo kang tiyelk kalau mau ngisi berita login ada Lintas merapi Hub.Sukiman nanti saya kasih Loginya,dan syarat lainya nuwun
12.11.2009
gabungan anak merapi di
JERITAN WARGA MERAPI AKAN KEBUTUHAN AIR BERSIH DUKUH PAJEGAN,CANGUK,GRINTINGAN,SUMUR DESA TEGALMULYO, KEC. KEMALANG, KLATEN


Musim kemarau selalu dilalui warga dengan kekurangan air bersih, tampungan tadah hujan selalu kurang memenuhi kebutuhan sehari – hari. Ada yang digunakan untuk keluarga saja kurang apalagi untuk memenuhi kebutuhan hewan ternak.
Dalam setiap musim kemarau pengeluaran warga selalu bertambah,karena air tadah hujan yang telah di tampung selama musim hujan telah habis. Sedang harga air selalu bertambah karena sangat beratnya jalan menuju lokasi dengan ketinggian ± 1200 mdpl. Harga per tangki untuk wilayah pajegan, canguk, gritingan desa tegalmulyo Rp200.000,-per tangki dengan kapasitas 5000 liter.
Dengan perhitungan kira – kira kebutuhan air per orang ± 2,5 per liter jika dalam satu keluarga dengan jumlah 4 orang membutuhkkan 10 liter perhari, kebutuhan MCK 80 liter per keluarga, dan 20 liter untuk kebutuhan ternak sehingga dalam satu bulan setiap keluarga membutuhkan (10 + 80 + 20) X 30 = 3300 liter per bulan itu baru untuk kebutuhan pokok. Padahal pengasilan warga hanya dari bertani tadah hujan,jika terjadi kemarau panjang hal ini sangat sekali dirasakan.


Kekeringan yang selalu di alami oleh mayarakat TegalM ulyo, Kemalang ,Klaten menggugah warga untuk kembali membuka sejarah bahwa di sekitar kawasan hutan yang berada di sebelah utara kampong pernah di gunakan oleh jepang sebagai tempat persembunyian tentar a jepang, karena terdapat gua peninggalan jepang .
Kemudian sejarah itu mulai di gali ceritanya dengan menayakan kepada warga yang pernah mengalami jaman penjajahan jepang unutk mencari di mana letak sumber air yang pernak digunakan pada masa tersebut. Dengan di pandu sesepuh desa warga mulai mencari sumber air, pada tahun 2000 sumber air di temukan dengan cara penggalian secara manual. Adapun letak dari sumber air tersebut di luar wialyah perkampungan di dalam kawasan hutan yang sekarang telah berubah menjadi taman nasional, tepatnya di bawah dimana tentara jepang dahulu membuat camp. Penggalian di lakukan selama 2 bulan dengan cara manual, kemudian bersama dengan Gabungan Anak Merapi warga membuat sebuah kepanitian untuk penggalangan dana, akhir tahun 2000 penggalian di lanjutkan tahap pengamanan, dari hasil penggalangan dana sumber air di buat sumur dengan nama Sapu Angin kemudian dengan menggunakan pompa di ambil menuju perkampungan.
Akan tetapi karena jarak sumur dengan perkampungan yang jauh serta beda tinggi tanah yang hampir 100 meter membuat biaya operasional sangat besar.
Pada tahun 2009 penggalian di tambah lagi karena memang sangat dibutuhkannya kebutuhan air bersih sumber iar yang kedua ini jaraknya tidak jauh dari sumber yang pertama sekitar 25 meter . dengan kedalaman yang sama kurang lebih 8 meter air sudah dapat di tarik ke atas.
Akan tetapi lagi – lagi masalah pendanaan yang menjadi kendala, untuk itu dengan penulisan artikel ini dapat menggugah pemerintah ataupun lembaga – lembaga bahwa warga sangat membutuhkan akan sarana air bersih ini. Sehingga uluran tangan pemerintah atau lembaga – lembaga lain dapat membantu akan penderitaan warga Kemalang,Tegalmulyo bagian utara khususnya.
Untuk informasi lebih lengkap dapat di peroleh dari perangkat desa Tegalmulyo Bp SRIJONO ( kadus III), atau bapak Nanto, basecamp pendakian, hotline Setyo, kristanto 081568423005 email gam_merapi@yahoo.co.id
09.11.2009
SUKIMAN di
Pupuk Kandang Naik itu pertanda Bagus ,.. yang lebih baik lagi menjadi mahal artinya petani yang di untungkan,alamnya juga akan lebih baik,, dari petani,untuk petani menghidupi wong cilik,. akan lebih sempurna kalau 100% tanpa pupuk pabrik..
arsip SHOUTBOX
form SHOUTBOX
Tulisan yang anda masukkan dalam shoutbox ini, akan mengalami proses penyaringan yang akan dilakukan oleh editor/penanggungjawab redaksi web
Nama
Email
Di
Message
Autentikasi
Kode
Situs ini dikelola oleh JALIN MERAPI dan Combine Resouce Institution.
Hak cipta dalam dokumen situs ini ada pada masing-masing kontributor.
Diizinkan untuk melakukan penyalinan sebagian atau keseluruhan dokumen serta mendistribusikan seluruh berkas pada segala macam media, dengan ketentuan menyertakan catatan hak cipta dalam dokumen.