|Halaman Utama |Peta Situs |Tentang Kami |
, 22 Nov 2009
Bahasa/Language
GIS JALIN MERAPI
Google Maps GIS
Streaming JALIN MERAPI
Live Stream!. [Ogg Player]
INFO MERAPI
EKONOMI LOKAL
LINGKUNGAN
BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL
WARGA BICARA
ANALISIS
SERBA-SERBI
PARIWISATA
PENANGGULANGAN BENCANA
KLIPING
SIAGA MERAPI
STATUS MERAPI
PUSAT INFORMASI
MEDIS
GALERI FOTO
STATISTIK WEB
Total klik : 420457
Pengunjung : 11768
Klik Dalam 24jam: 1188
Yang Lagi Online: 7
RADKOM JALIN MERAPI
Radio Komunitas DRR FM
Radio Komunitas Sutet FM
Rakom KFM
Rakom Lintas Merapi
Rakom MMC FM
hotline sms
Kirimkan SMS anda ke: 0819-33-277638 dgn diawal kata:
merapi <spasi> isi pesan anda
RSS Feed

22 October 2009 16:47:49

Syawalan Pasag Merapi

Meriah Tampa Liputan Media, 800 lebih peserta penuhi Deles Indah

selengkapnya

29 September 2009 09:41:59

Kampanye Penghijauan

Sudah menjadi Tradisi tahunan Radio komunitas lintas Merapi, setiap musim hujan mengadakan Program kegiatan penghijauan atau penanaman pohon di merapi,a sejak dini kampanye berupa tulisan (fanlet) di sebar ke pendengar/komunitas, kemudian berupa Iklan Layanan Masyarakat (ILM) dan Mengkampanyekan di setiap ada pertemuan dengan warga, pertemuan resmi maupun tidak resmi di Balai Desa Maupun di kecamatan. Ini di lakukan crew Lintas merapi karena Radio tidak mempunyai dana yang cukup untuk kegiatan/program tersebut.

selengkapnya

16 June 2009 11:36:06

Tlatah Bocah "Ayom Ayem"

Rumah Pelangi salah satu kelompok swadaya masyarakat di Muntilan, bulan depan akan mengadakan agenda budaya tahunan TLATAH BOCAH di lereng Gunung Merapi. Tema yang diangkat adalah "AYOM AYEM" (pelindung & pemberi kedamaian) dimana digunakan untuk menyikapi berlangsungnya dua pemilu di negara kita. Harapan yang dikemukakan itu sebenarnya tidak hanya ditujukan untuk pemimpin pemerintahan namun juga untuk siapa saja yang mempunyai kekuatan dan kekuasaan atas pihak lain, seperti halnya Camat, Lurah, Kepala Dusun terhadap warganya. Namun juga guru terhadap murid, orang tua terhadap anak, juga kalangan dewasa terhadap anak-anak meskipun tidak ada hubungan darah.

TLATAH BOCAH tahun ini adalah yang ke 3 kalinya. Kali ini agenda yang diselenggarakan bersifat marathon karena dimulai dari tanggal 17 Juni 2009 dan berakhir tanggal 19 Juli 2009 di beberapa dusun. Selama dua minggu, diadakan roadshow berupa inventarisir permainan jaman dulu oleh anak-anak Dusun Kadirojo, Bandongan, Gemer, Soka, Sumber, dan Gowok Pos. Setelah itu pada tanggal 1 - 4 Juli 2009 diselenggarakan workshop musik dan teater di Dusun Tutup Ngisor.

selengkapnya

12 June 2009 11:40:14

TLATAH BOCAH

Bola Salju Budaya

Merti dusun atau bersih dusun merupakan tradisi rutin yang dilakukan di beberapa desa, terutama di Pulau Jawa. Biasanya kegiatan ini dilakukan 1 tahun sekali dimana harinya ditetapkan oleh kalangan pendiri desa yang bersangkutan. Tujuan utama tradisi ini sebagai sarana berterima kasih karena banyaknya anugerah untuk desa serta sebuah upaya untuk tetap menjaga keselamatan / kemakmuran desa.

selengkapnya

11 June 2009 10:00:48

Merti Dusun Sebagai Media Pelestari Budaya dan Tradisi

Dukun, 07 Juni 2009, Irama musik gamelan mengalunkan gending-gending Jawa. Upacara Merti Dusun di dusun Tutup Ngisor (Gunung Merapi lereng Barat - red) telah mulai dengan dibuka oleh sesepuh dusun. Dalangpun mulai memainkan wayang kulit dan penonton menikmati sambil duduk lesehan di depan panggung.
 
Tua muda maupun anak-anak berkumpul di dalam pendopo yang di depannya terdapat panggung permanen untuk pertunjukan seni dan budaya. Dusun Tutup Ngisor terdiri dari 60 keluarga yang masih kental dengan tradisi dan adat lokalnya. Tradisi dan adat masih terjaga terutama dengan adanya Padepokan Cipto Budoyo yang didirikan oleh Romo Yoso Sudarmo pada tahun 1937.
 
Kegiatan merti dusun diadakan tiap tahun sekali dimana upacara ini adalah sebagai lambang perwujudan syukur kepada Sang Maha Pencipta atas segala berkah, limpahan rejeki, dan perlindungan-Nya. Tradisi merti dusun diawali dengan bersih dusun secara bergotong-royong dan dilanjutkan dengan bersih kubur. Sehari setelah itu acaranya adalah kenduri yang dihadiri seluruh kepala keluarga dan malamnya adalah pentas wayang kulit.

Menurut Sitras Anjilin yang diangkat sebagai pimpinan padepokan Cipto Budaya mengatakan bahwa merti dusun rutin dilaksanakan tiap tahun dan semua pembiayaan ditanggung secara gotong royong oleh seluruh masyarakat. Berkumpulnya masyarakat dalam rangkaian acara merti dusun merupakan ajang sosial dimana setiap orang akan saling menyapa dan bertemu. Adat dan tradisi adalah sebagai pilar pertahanan pola pikir dan norma-norma dari pengaruh budaya asing yang gencar masuk melalui berbagai media. (Ikhwadunin compas-Sutet FM)

selengkapnya

25 February 2009 10:56:46

Negeri Dagelan Jilid II

Sang Dagelan yang konon bertugas di jalan untuk meminta duit dari para sopir yang tidak mau ruwet urusanya, saat ini dia memutuskan melepas tugas dari negerinya. Hal ini dia lakukan karena terdengar kabar bahwa sang Adipati (pimpinan sang Dagelan) diturunkan dari kursi singgasananya. "kasihan sang pimpinan negeri Dagelan karena menurut para sopir sang Adipati ini tidak terlibat dan mungkin malah tidak tahu kenapa yaa"
"Hemmm aman aku dari hukum...", (guman si Dagelan sambil ngopi di warung pak Petruk). Para bembaca yang budiman harap bersadar untuk mengetahui akhir dari cerita ini. Sang Adipati yang harus menanggung akibatnya, padahal belum tentu merasakan keenakanya atau malah tidak tahu berbagai pungutan yang dilakukan si Dagelan. Makanya kalo jadi Adipati harus sekali-kali turun ke lapangan, naik gunung turun gunung mengintip kehidupan anak buahnya kalau perlu sidak (inspeksi mendadak). Adipati juga bisa mencoba naik gunung mencari wangsit pada sang Resi yang tiap hari di gunung, bisa dipastikan sang Resi bisa membantu agar kehidupan menjadi lebih baik di negeri Dagelan. Tapi ingat asal jangan salah tujuan, mau datang bertemu Resi malah ketemu dukun santet.
Pembaca yang lagi ketawa dan pusing dengan tata bahasa tulisan ini, disarankan segera minum air putih dulu agar segar. diakhir tulisan ada ucapan terima kasih untuk “ mbak Sri” (Karang Kadempel) yang ikut prihatin dengan negeri Dagelan. Cuplikan episode selanjutnya kondisi di negeri Dagelan makin 'panas' bahkan sampai para punggawa sampai malu menujukan identitas resminya takut dikenali “mbak Sri”( Karang kadempel). Dalam edisi berikutnya tidak hanya bercerita tentang pak sopir tetapi pada para punggawa lain yang lebih besar penghasilannya. Penghasilan yang seharga kereta kuda (Andong Jepang). Mereka bertugas memberi sinyal kalau ada bahaya. Silahkan penasaran dan berguman sendiri “ Opo iki..". (Kmprt)

selengkapnya

3 November 2008 22:42:46

Bersatu Menanggulangi Ancaman Merapi

Acara Syawalan PASAG MERAPI  Dihadiri Bupati Boyolali

Hujan yang mengguyur dari jam 10 pagi tidak mengurangi kemeriahan acara syawalan yang di adakan di SELO Boyolali. Acara yang rutin diadakan setiap tahun itu berbeda dari tahun sebelumnya, kali ini sangat meriah walaupun anggota pasag yang hadir berkurang dari biasanya , tetapi berkurangnya ini lantaran ada acara yang bersamaan di masing-masing daerah.

Di klaten, Pasag Merapi banyak anggota yang disibukan dengan agenda kerja bakti mendirikan gardu ronda, sehingga hanya mewakilkan saja. anggota yang hadir acara tersebut 21 orang,yaitu dari boyolali,( musuk ada salah satu anggotanya yang Melangsungkan akad nikah).

Syawalan yang dimeriahkan dengan orkes melayu itu berlansung khidmad,meriah dan yang lebih dari biasanya adalah hadirnya Bupati Boyolali, kepala kesbanglinmas magelang & Boyolali.

Dalam sambutannya Bupati Boyolali “ Kami bangga mempunyai masyarakat yang seperti tergabung dalam pasag merapi ini, kalau semua masyarakat kita mempunyai kesadaran seperti ini, tentunya, pemerintah akan Ringan dalam penanganan bencana , semoga pasag –pasag yang lain akan tubuh di negri ini “.Kami sangat berterima kasih kepada Pasag Merapi yang setiap Musyawarah untuk penanggulangan bencana Merapi hadir dan andil dalam pemikiran-pemikirannya.”

Tambah Hari, Kesbanglinmas magelang dalam sambutan berikutnya. “ Kalau saja semua LSM/Lembaga punya pemikiran dan program seperti PSMB UPN, Kapalla jogjakarta, mendorong masyarakat bersatu dalam upaya keselamatan bersama, tentu negara kita aman dari bencana”.

Kuri menanggapi Rasan-rasan peserta yang lain. Pak Kuri adalah sebutan dari Riyanto Pasag Merapi klaten yang ngurusi siaran Radio komunitas lintas merapi “Budoyo Jowo”. Nampak hadir di lapangan joglo New selo Boyolali , Unsur muspika Kec.Selo, BPPTK Jogjakarta Kepala-kepala Desa Se Kec. Selo, dan pejabat Pemda Boyolali. ( sukiman Lintas merapi)

selengkapnya

22 October 2008 11:37:22

Dunia Pendidikan Masyarakat Lereng Merapi

Tidak sekolah = euthanasia???

Ingatkah kita waktu kecil?,Ya... waktu kita mengalami masa-masa duduk di bangku SD. Menyenangkan bukan?, Sekolah merupakan lingkungan yang terdekat setelah keluarga dan masyarakat. Setelah SD kita ingin melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi. Tapi bagaimana dengan pandangan anak-anak dan masyarakat lereng merapi sebelah barat terhadap dunia pendidikan???

Mentari malu-malu menampakkan diri di punggung merapi. Mentari belum genap separo tetapi masyarakat dusun Gowok Pos sudah sibuk berangkat ke sawah dan ladang. Diantara kicau burung, anak-anak dengan wajah yang mungkin sebagian besar hanya cuci muka berjalan dengan riang menuju ke sekolah yang terletak di depan dusun. Dan ketika siang, selesai mengikuti proses belajar mengajar,anak-anak pulang ke rumah. Sesampainya mereka di rumah, yang ditemui di rumah adalah kekosongan, walupun sesekali orang tua pulang ke rumah hanya untuk mengantar pulang rumput untuk pakan ternak. Dan ketika sore menjelang diiringi bedug Maghrib, berduyun-duyun masyarakat pulang dari sawah dan dari tempat dimana mereka mencari nafkah(nglemboro dalam bahasa jawa-red). Begitulah gambaran kehidupan sehari-hari masyarakat dusun Gowok Pos.

selengkapnya

22 September 2008 10:25:06

Siswa SD Tarakanita Tritis Mengadakan Kegiatan "Berwisata sambil Belajar"

Tanggal 20 September 2008 kelas satu sampai dengan kelas empat SD Tarakanita Tritis, Purwobinangun mengadakan kunjungan ke luar sekolah atau yang sering disebut study tour dengan lokasi wisata ke Terminal Giwangan, Kebon Binatang Gembiraloka, dan Stasiun Lempuyangan.

Hal ini dilakukan dengan tujuan anak-anak mau  belajar dengan obyek yang dihadapi. Maklum mereka adalah anak pedesaan yang tidak tahu betul dengan situasi di laur daerahnya. Kalaupun ada cuma beberapa anak saja yang pernah pergi ke kota Yogyakarta.Hanya satu atau dua anak saja.

Kegiatan ini harapannya menjadi alternatif lain dalam pembelajaran kepada anak. Dan juga menambah nuansa baru dalam pendidikan SD Tarakanita Tritis.  Anak-anak sangat berantusius sekali dalam kegiatan studi wiasat ini. Hal ini terbukti ketika anak mau berangkat ke obyek wisata. banyak anak yang bertanya, "Pak Guru, kapan kita berangkat?" Wajah mereka juga  terlihat sangat gembira. Orang tua murid juga ada yang ikut serta untuk mendampingi anak-anak. Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan pendidikan di SD Tarakanita Tritis.

SD Tarakanita Tritis merupakan salah satu SD yang terletak paling utara di Kabupaten Sleman. SD ini terletak di lereng Bukit Turgo. Bukit Turgo sangat dekat dengan Gunung Merapi dan masuk dalam ring bencana merapi I. Maka tak heran bila Gunung Merapi tampak sangat jelas  dilihat dari SD Tarakanita  Tritis. (Y. Murdiyono)

selengkapnya

28 April 2008 14:49:00

Pagelaran Seni Rakyat di Selo

Keberlanjutan dari Rembuk Budaya yang di laksanakan pada bulan Oktober 2007 akhirnya dikit demi sedikit menelurkan hasil, dengan di inisiasi oleh Pemuda Peduli Lingkungan ( PEPELING) dengan menghadirkan para pemegang kebijakan atau Pemerintahan Kabupaten Boyolalai untuk duduk bersama dengan para pelaku seni rakyat yang menyebar di kecamatan selo, dengan berbagai ajuan program kegiatan demi mengembangkan salah satu potensi yang ada di kecamatan selo berupa seni rakyat.

Salah satu yang menjadi kebaahagiaan dari para pelaku seni dengan Rembuk Budaya Tersebut ajuan yang berupa sarana dan prasarana dari kelompok-kelompok kesenian pun akhirnya di realisasi , Ini sangatlah bermanfaat sekali untuk mengembangkan demi kemajuan kelompok seni yang pada umumnya mengalami keterbatasan pendanaan .

Lebih Menarik Lagi ! setelah sarana dan prasarana dasar di tingkatan kelompok terwujudkan di lanjutkan dengan program kegiatan optimalisai terhadap kelompok kesenian dengan di adakanya pentas rutinan di Joglo Mandala Selo setiap bulan dua kali pentas, kegiatan ini di fasilitasi oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Boyolali.

Lantas, karena banyaknya Kelompok kesenian yang ada di Kecamatan Selo yang terdiri kurang lebih 54 kelompok kesenian maka dari Panitia kegiatan melakukan penjadwalan dalam satu hari pentas menghadirkan 4 kelompok kesenian dengan melihat model tarian yang ada agar dapat bervariasi dan para pengunjung tidak mengalami kejenuhan dalam melihat kiprah dari kelompok kesenian.nrd/mmcfm

selengkapnya

14 February 2008 11:05:00

Bulan Sapar Bulan Memetri Tuk/Mata Air

Kesekian kalinya kenduri keselamatan untuk Memetri Tuk (Mata air) yang di lakukan oleh warga masyarakat Dukuh Kuncen Desa Samiran pada hari selasa 12 februari 2008. Sebagai ucapan rasa syukur untuk segala anugrah dari yang Maha Kuasa atas pemberian berupa sumber mata air yang terletak di Dukuh Kuncen Desa Samiran Kecamatan Selo. Kendurin ini sudah di lakukan berpuluh-puluh tahun lamanya yang merupakan warisan dari para sesepuh dan nenek moyang yang selalu diadakan setiap tahun di bulan Sapar.

Tradisi ini diawali dengan acara bersih-bersih di sekitar mata air dan lingkungan dukuh di mana ada 4 tuk/sumber mata air yang terletak di wilayah Dukuh Kuncen yaitu Tuk Dadap Eri, Tuk Setren, Tuk Pampung dan Tuk Tampah yang merupakan tuk/sumber mata air tabungan di musim kemarau apabila sedang dilanda kekeringan atau ketika tuk utama dari wilayah gunung Merbabu tidak mengalir. Sumber mata air ini dimanfaatkan oleh 4 kampung , Kuncen, Samiran,Gebyok dan Sidosari, tidak menutup kemungkinan dari wilayah Desa Surateleng pun memanfaatkanya ketika juga dilanda kekeringan meski harus menempuh jarak hampir satu setengah kilo meter atau hampir satu jam perjalaanan.

Kenduri dilakukan di dua tempat yaitu di rumah kepala Dukuh dan di pelataran dekat sumber mata air yang sudah disediakan warga masyarakat. Setiap warga membawa sebuah tumpeng yang dilengkapi ubo rampenya(perlengkap-red) lantas dibawa ke rumah kepala Dukuh. Kemudian sebagian warga melakukan kenduri yang berada di dekat sumber mata air dengan membawa satu buah tumpeng dan sesaji di 4 sumber mata air.

Tradisi ini sudah sangat akrab di tingkatan warga bahkan mereka menggunakan momen ini sebagai ajang untuk saling silaturohmi diantara sanak saudara. [Nrd][SB]

selengkapnya

10 January 2008 17:07:00

Kenduri Keselamatan warga Selo

Bulan Januari merupakan Bulan suci bagi warga masyarakat Kecamatan Selo. Pada Januari 2008 bersamaan dengan peringatan satu Muharom banyak tradisi ritual di bulan Muharom/bulan Suro yang dilaksanakan baik secara bersama-sama satu kecamatan maupun yang di tiap pedukuhan.


Terlihat di salah satu dukuh, di bulan muharom/bulan Suro mengadakan tradisi kenduri keselamatan. Warga masyarakat mengenalnya kenduri Baritan. Sebuah tradisi yang telah dilaksanakan dari dahulu dan oleh masyarakat sekitar, kenduri ini sebagai salah satu adat bagi warga untuk menjauhkan dari mara bahaya dan agar terjauh dari gangguan apapun. Warga masyarakat melakukan ritual adat ini dengan berkeliling dukuh di tengah malam dengan membawa sesaji dan mereka sambil berdoa meminta kepada Sang Pencipta agar seluruh warga dukuh diberi keselamatan dan diberi kemudahan hidup.

Proses awal kenduri ini adalah warga memilih hari yang telah menjadi panutan di setiap bulan Suro tepatnya pada malam hari pada Selasa kliwon, tetapi apabila malam Selasa kliwon tidak ada dalam perhitungan, mereka memilih malam Jum’at kliwon sebagai gantinya. (Nrd)(SB)

selengkapnya

29 December 2007 23:28:00

Program KF ( keaksaraan fungsional)

Salah satu program pemerintah adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, hal ini berarti setiap warga berhak mendapatkan pendidikan yang layak sebagai pendorong dan terciptanya sumber daya manusia yang handal.
 
Sebagai peterjemahan program tersebut Pemerintah Kabupaten Boyolali yang dilaksanakan di Kecamatan Selo, mengadakan program KF ( keaksaraan fungsional ). Sebagai sasaran Progam ini adalah para orang tua yang belum bisa membaca dan menulis ini sangat ditekankan bagi warga yang diatas usia sekolah dan dibawah umur 50 tahun tetapi belum bisa membaca dan menulis. Sebagai targetnya terciptanya warga dari bebas tiga buta.
 
Antusiasme warga sangat tinggi terlihat di Desa Samiran lebih dari 5 kelompok belajar sudah berjalan, meski para warga yang mengikuti program KF terlihat sudah sangat dewasa bahkan bisa dibilang sudah tua, masih semangat dan berminat untuk bisa membaca dan menulis, Biasanya waktu belajar pada waktu siang hari dan sebagai pembibingnya diambil dari warga setempat.

Proses belajar di awali dari perkenalan huruf-huruf, menulis dan menggambar hampir sama seperti pelajaran pada murid di taman kanak-kanak atau TK. (nrd)

selengkapnya

10 September 2007 21:40:00

Sadranan di Kemalang, Klaten

Kegiatan nyadran atau bersih makam (warga setempat biasa menyebutnya besik, red) ini adalah suatau kegiatan tahunan yang dilakukan masyarakat desa, khususnya di Deles, Sidorejo, Kemalang, Klaten yang dilaksanakan Senin 3 September 2007 atau tepat tanggal 20 Ruwah. Kegiatan itu diawali dengan kenduri, sebelum memulai besik di pemakaman umum. Kenduri ini dilaksanakan serentak bergantian dari rumah ke rumah. Tradisi ini di maksudkan agar selamat dalam kegiatan bersih makam leluhur.

selengkapnya

30 August 2007 11:11:00

Sadranan

Bulan Ruwah adalah salah satu bulan bagi masyarakat lereng Merapi melakukan upacara adat. Warga lereng Merapi yang bermukim di Samiran, Selo, Boyolali juga melakukan adat istiadat mereka di bulan Ruwah ini dengan tradisi sadranan. Sadranan merupakan budaya masyarakat Samiran untuk mengirim doa kepada arwah dan leluhur mereka yang telah meninggal. Juga sebagai momen untuk menjalin tali silaturahmi di antara keluarga, saudara, maupun teman. Acara sadranan ini telah berlangsung cukup lama, bahkan lebih dari 50 tahun.

selengkapnya

2
Arsip BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL
2
-->
USER LOGIN
UserID
Passwd
Shoutbox
21.11.2009
xx di
parahnya lagi Teman2 Gam Mikire dah tenanan prihatin di sangka golek untung, trus di ganjal programe,.. itu cuma saya dengar dari angin lalu heee
20.11.2009
TYECK di
buat kris yang pernah kkn di tegal mulyo kalo masalah itu tinggal kebijakan perut mas.Di tahun 2000 kami bersama warga bahu membahu mendapatkan sumber air, selama 3 tahun bahkan sampai sekarang belum dapat kami maksimalkan
20.11.2009
TYECK di
buat mr xx > memang kadang kita sendiri bingung dengan klaten sebagai warga kecil pingin sekali membrikan kontribusi ke klaten tapi ganjalan birokrasi yang diselingi pembohongan.
17.11.2009
xx di
jangan Heran Saudaraku Yg Pernah KKN di Tegalmulyo,.. 2006 ada Investor (hibah) dari Malaysia gagal karena ternyata sumber air yang di tunjukan teman2 FKLM di sungai Krasak Sudah tidak Berbekas,.. Rencananya Donatur tersebut hanya ingin Bantu naikan air tsb dengan dana 1.6Milyar,.. yaaa,.. itulah Klaten kebijakan berkedok dukung Rakyat tetapi... Jawab sendiri //
17.11.2009
kris di
1997, harga air 1 tangki 50 rb & hanya sampai jayan. krn hrs beli maka sy (& kami) diajak belajar u/ menghargai air. wkt itu, pernah tertunjuk (o/ org pintar) bhw dpn rmh pak kuwat (mantan kades) tdpt sumber air (mskp dlm jg). namun tdk dpt terlaksana krn biaya besar (beli pompa & ongkos) & mempengaruhi bangunan musholla dpn rmh beliau. ya, itu yg s4 kami singgung dg mslh air.
oya, th lalu sy maen ke desa ini. astaga...jln2 pd hancur & kebun2 pd rusak krn penambangan pasir+batu. saat naek dkt sd gondang s4 jatuh krn jln mjd tumpukan debu. ya, jd sedih (plg lewat jln sidareja, jg hancur). knp, hrs digali dgn merusak lingkungan (kebun/ladang) & jln?
:-(
17.11.2009
kris di
katur salam dumateng sadherek di tegalmulyo : lucky & atun, harsono, harjono, lantip, mas sri, mas subur, pak daman, dik nia, pak dewa & mas giyo (gondang), pak citro (nglerep/klerep), mas yadi, ugi para kadang sadulur. pripun kabar panjenengan sesami? mugi2 tansah keparingan karahayun.
(nate KKN juli-agustus 1997 lan nyepeng wonten ing ds jayan)
17.11.2009
dewanto di
13.11.2009
SUKIMAN di
Nggo kang tiyelk kalau mau ngisi berita login ada Lintas merapi Hub.Sukiman nanti saya kasih Loginya,dan syarat lainya nuwun
12.11.2009
gabungan anak merapi di
JERITAN WARGA MERAPI AKAN KEBUTUHAN AIR BERSIH DUKUH PAJEGAN,CANGUK,GRINTINGAN,SUMUR DESA TEGALMULYO, KEC. KEMALANG, KLATEN


Musim kemarau selalu dilalui warga dengan kekurangan air bersih, tampungan tadah hujan selalu kurang memenuhi kebutuhan sehari – hari. Ada yang digunakan untuk keluarga saja kurang apalagi untuk memenuhi kebutuhan hewan ternak.
Dalam setiap musim kemarau pengeluaran warga selalu bertambah,karena air tadah hujan yang telah di tampung selama musim hujan telah habis. Sedang harga air selalu bertambah karena sangat beratnya jalan menuju lokasi dengan ketinggian ± 1200 mdpl. Harga per tangki untuk wilayah pajegan, canguk, gritingan desa tegalmulyo Rp200.000,-per tangki dengan kapasitas 5000 liter.
Dengan perhitungan kira – kira kebutuhan air per orang ± 2,5 per liter jika dalam satu keluarga dengan jumlah 4 orang membutuhkkan 10 liter perhari, kebutuhan MCK 80 liter per keluarga, dan 20 liter untuk kebutuhan ternak sehingga dalam satu bulan setiap keluarga membutuhkan (10 + 80 + 20) X 30 = 3300 liter per bulan itu baru untuk kebutuhan pokok. Padahal pengasilan warga hanya dari bertani tadah hujan,jika terjadi kemarau panjang hal ini sangat sekali dirasakan.


Kekeringan yang selalu di alami oleh mayarakat TegalM ulyo, Kemalang ,Klaten menggugah warga untuk kembali membuka sejarah bahwa di sekitar kawasan hutan yang berada di sebelah utara kampong pernah di gunakan oleh jepang sebagai tempat persembunyian tentar a jepang, karena terdapat gua peninggalan jepang .
Kemudian sejarah itu mulai di gali ceritanya dengan menayakan kepada warga yang pernah mengalami jaman penjajahan jepang unutk mencari di mana letak sumber air yang pernak digunakan pada masa tersebut. Dengan di pandu sesepuh desa warga mulai mencari sumber air, pada tahun 2000 sumber air di temukan dengan cara penggalian secara manual. Adapun letak dari sumber air tersebut di luar wialyah perkampungan di dalam kawasan hutan yang sekarang telah berubah menjadi taman nasional, tepatnya di bawah dimana tentara jepang dahulu membuat camp. Penggalian di lakukan selama 2 bulan dengan cara manual, kemudian bersama dengan Gabungan Anak Merapi warga membuat sebuah kepanitian untuk penggalangan dana, akhir tahun 2000 penggalian di lanjutkan tahap pengamanan, dari hasil penggalangan dana sumber air di buat sumur dengan nama Sapu Angin kemudian dengan menggunakan pompa di ambil menuju perkampungan.
Akan tetapi karena jarak sumur dengan perkampungan yang jauh serta beda tinggi tanah yang hampir 100 meter membuat biaya operasional sangat besar.
Pada tahun 2009 penggalian di tambah lagi karena memang sangat dibutuhkannya kebutuhan air bersih sumber iar yang kedua ini jaraknya tidak jauh dari sumber yang pertama sekitar 25 meter . dengan kedalaman yang sama kurang lebih 8 meter air sudah dapat di tarik ke atas.
Akan tetapi lagi – lagi masalah pendanaan yang menjadi kendala, untuk itu dengan penulisan artikel ini dapat menggugah pemerintah ataupun lembaga – lembaga bahwa warga sangat membutuhkan akan sarana air bersih ini. Sehingga uluran tangan pemerintah atau lembaga – lembaga lain dapat membantu akan penderitaan warga Kemalang,Tegalmulyo bagian utara khususnya.
Untuk informasi lebih lengkap dapat di peroleh dari perangkat desa Tegalmulyo Bp SRIJONO ( kadus III), atau bapak Nanto, basecamp pendakian, hotline Setyo, kristanto 081568423005 email gam_merapi@yahoo.co.id
09.11.2009
SUKIMAN di
Pupuk Kandang Naik itu pertanda Bagus ,.. yang lebih baik lagi menjadi mahal artinya petani yang di untungkan,alamnya juga akan lebih baik,, dari petani,untuk petani menghidupi wong cilik,. akan lebih sempurna kalau 100% tanpa pupuk pabrik..
arsip SHOUTBOX
form SHOUTBOX
Tulisan yang anda masukkan dalam shoutbox ini, akan mengalami proses penyaringan yang akan dilakukan oleh editor/penanggungjawab redaksi web
Nama
Email
Di
Message
Autentikasi
Kode
Situs ini dikelola oleh JALIN MERAPI dan Combine Resouce Institution.
Hak cipta dalam dokumen situs ini ada pada masing-masing kontributor.
Diizinkan untuk melakukan penyalinan sebagian atau keseluruhan dokumen serta mendistribusikan seluruh berkas pada segala macam media, dengan ketentuan menyertakan catatan hak cipta dalam dokumen.