|Halaman Utama |Peta Situs |Tentang Kami |
, 22 Nov 2009
Bahasa/Language
GIS JALIN MERAPI
Google Maps GIS
Streaming JALIN MERAPI
Live Stream!. [Ogg Player]
INFO MERAPI
EKONOMI LOKAL
LINGKUNGAN
BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL
WARGA BICARA
ANALISIS
SERBA-SERBI
PARIWISATA
PENANGGULANGAN BENCANA
KLIPING
SIAGA MERAPI
STATUS MERAPI
PUSAT INFORMASI
MEDIS
GALERI FOTO
STATISTIK WEB
Total klik : 420472
Pengunjung : 11768
Klik Dalam 24jam: 1199
Yang Lagi Online: 6
RADKOM JALIN MERAPI
Radio Komunitas DRR FM
Radio Komunitas Sutet FM
Rakom KFM
Rakom Lintas Merapi
Rakom MMC FM
hotline sms
Kirimkan SMS anda ke: 0819-33-277638 dgn diawal kata:
merapi <spasi> isi pesan anda
RSS Feed

1 February 2008 15:39:00

PAD Kab. Magelang 21,9 M dari Rakyat Miskin

Akhir tahun menjadi saat untuk mengukur kinerja sebuah pemerintahan yang lazimnya diwujudkan dengan pelaporan anggaran, evaluasi, dan disusunnya program untuk dilaksanakan di tahun berikutnya.Demikian halnya, Pemkab. Magelang bersama DPRD Kab. Magelang bulan ini masih membahas RAPBD 2008, meski agak terlambat (biasanya sudah penetapan-red).

selengkapnya

1 March 2007 10:10:00

Banjir Lahar


BERKAH hujan yang turun akhir-akhir ini kembali menunjukkan kejadian yang tidak bersahabat terhadap penduduk di bumi Indonesia. Hujan yang turun di awal Februari, telah menenggelamkan hampir duapertiga wilayah ibukota Jakarta, banjir serta genangan ini diikuti oleh beberapa kota besar lainnya di wilayah Indonesia.

selengkapnya

28 September 2006 15:26:00

PHENOMENA ALIRAN DEBRIS DAN FAKTOR PEMBENTUKNYA

1. PENDAHULUAN

selengkapnya

25 September 2006 10:41:00

Karakteristik Merapi

Kawasan Gunung Merapi memiliki kekhasan ekosistem dan sosiosistem yang bernuansa volcano. Gunung ini merupakan gunung api aktif, bahkan teraktif di dunia karena periodisitas letusannya relatif pendek (3-7 tahun). Dalam kegiatannya, Merapi menunjukkan terjadinya guguran kubah lava yang terjadi setiap hari. Jumlah serta letusannya bertambah sesuai tingkat kegiatannya. Volume guguran kubah lava biasa oleh orang setempat disebut “wedhus gembel” atau glowing cloud/nueeardente atau awan panas. Geofisik Gunung Merapi memiliki tipe khas stratolandesit dan punya bentuk lereng yang konkaf.

selengkapnya

1 August 2006 15:05:00

Wajah Ganda Gunung Merapi

Wajah Gunung Merapi memang indah dan menawan untuk dipandang, gagah sekaligus anggun memesona. Gemericik air, hutan yang lebat, tanah yang subur, dan alam yang indah telah menghidupi puluhan ribu masyarakat yang ada di kakinya. Namun, juga kadang kala garang menantang dan terkesan mengancam kehidupan masyarakat. Wajah kedua itulah yang saat ini diperlihatkan oleh Merapi kepada masyarakat sejak kenaikan status menjadi "Siaga" pada awal April tahun ini (artikel lengkap silahkan dibaca pada file PDF terlampir--red)

selengkapnya

28 June 2006 13:20:00

Masyarakat Deles dan Pemikiran Ekonomi Rakyat

Saat ini korban gempa bumi di Yogyakarta dan Jateng sedang mencoba bangkit dari deritanya.  Di depan reruntuhan rumahnya, mereka memikirkan bagaimana harus membangun kembali kediamannya. Namun mereka tidak sendirian, masyarakat yang tinggal di area bencana Gunung Merapi juga sangat memperhatikan nasib korban gempa.

selengkapnya

19 June 2006 12:14:00

Hati-hati dengan Aktifitas Erupsi Merapi

Pada tanggal 13 Juni 2006, setelah selama sebulan berada dalam status "Awas", aktifitas Gunung Merapi dinyatakan menjadi "Siaga". Tetapi, sekitar 24 jam kemudian, status tersebut dikembalikan lagi menjadi "Awas". Apa yang terjadi? Tulisan singkat ini mencoba menjelaskannya.

selengkapnya

22 May 2006 11:24:00

Pers release - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia ( WALHI )

Jakarta, 17 Mei 2006 - Meningkatnya status Merapi dari waspada menjadi awas seiring aktivitas gunung api teraktif di dunia harus dibarengi dengan kesiapsiagaan semua pihak, khususnya pemerintah daerah di empat Kabupaten; Boyolali, Magelang dan Klaten Propinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Sleman, Propinsi DI Jogjakarta. Kesiapsiagaan harus dilakukan semaksimal mungkin guna menjamin terpenuhinya perlindungan dan keselamatan seluruh masyarakat yang berada dalam kawasan rawan bencana letusan gunung Merapi.

selengkapnya

22 May 2006 11:17:00

Merapi Bisa Meletus Setiap Saat

Jaminan aset-aset kehidupan masyarakat Merapi merupakan hal yang tidak pernah jelas konsep penanganannya dalam pengelolaan ancaman letusan Merapi.  Seolah-olah dengan memindahkan masyarakat dari daerah rawan bahaya tanggung jawab negara (pemerintah) sudah syah dilakukan.  Di sisi lain konsep dasar penanganan ancaman merapi pun masih berjalan top down, itupun ada ketika merapi akan meletus, sehingga yang terjadi hanyalah bombatis-bombatis statement dan berita-berita besarnya ancaman letusan Merapi yang sadar atau tidak hal itu akan menjadi faktor dinamis yang berkontribusi menambah kerentanan masyarakat merapi baik secara psikologis maupun material.  Budaya masyarakat Merapi dalam interaksinya dengan gunung merapi bisa kita lihat dalam mata pencaharian sehari-hari yang dilakukan warga Merapi menjadi hal yang terpisah dan tak tersentuh dalam konsep manajemen pengelolaan ancaman Merapi yang dilakukan oleh negara. Kondisi ini akan menyebabkan permasalahan bagi pemerintah ketika masyarakat enggan untuk dievakuasi, karena masyarakat sadar bahwa pasca pengungsian akan ada ancaman terhadap aset-aset kehidupan yang mereka tinggalkan seperti ternak, tanaman dan harta benda lainnya karena tidak ada jaminan yang jelas yang diberikan oleh pemerintah.

selengkapnya

22 May 2006 11:02:00

Bergeming Menantang Bencana

Tak hanya Mbah Maridjan yang nekad tetap bertahan tidak mau mengungsi. Tekad warga Desa Sidorejo dan Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah  untuk bertahan di rumahnya ketika aktivitas Gunungapi Merapi semakin meningkat memang membuat orang lain merasa heran. Bahkan, setelah status Merapi dinaikkan menjadi AWAS pun masih ada warga yang tetap bertahan tinggal di dusun yang hanya berjarak sekitar 4,5 kilometer dari puncak Merapi. Jarak sekitar 5-6 kilometer pun tak menyurutkan niat warga desa yang sudah berada di pengungsian untuk selalu kembali pulang di pagi hari dan kemudian kembali ke pengungsian pada malam hari. Hingga saat ini fenomena ini terus berlangsung. Tercatat ada sejumlah 38 titik pos ronda swakarsa di wilayah dua desa tersebut. Belum terhitung yang berada di Desa Balerante, Klaten yang berada di seberang Kali Woro. Setiap pos rata-rata dijaga oleh belasan orang setiap hari. Jumlah ini semakin bertambah di pagi hari ketika sebagian warga yang berada di pengungsian kembali naik menuju rumah masing-masing.

selengkapnya

20 May 2006 00:00:00

SBY Tidur di Hotel Barak Pengungsi

Sejarah baru muncul di sebuah kota kecamatan kecil di lereng Merapi yang bernama Dukun. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), orang nomor satu di republik ini datang dan menginap di sana. Namun, cerita janggal sempat terekam, sehingga mencoreng muka sejarah yang seharusnya indah itu. Kronologinya, Senin (15/05/06), sungguh situasi yang menyesakkan dada sedang terjadi di Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Widodo, Kecamatan Dukun, Magelang, Jawa Tengah. Siang itu, di komples gedung yang tak seberapa besar itu hingga jalan kecil di depannya tampak begitu banyak orang yang sedang diturunkan dari atas truk-truk pasir. Mereka adalah pengungsi yang akan ditempatkan di Tempat Pengungsian Sementara (TPS) tersebut. Tempat sesempit ini akan dihuni oleh sekitar 1.500 jiwa pengungsi jelas memunculkan pertanyaan besar.

selengkapnya

29 April 2006 17:18:00

Paradigma UU Pengelolaan Bencana Alam

Kedaulatan Rakyat
Kamis, 27 April 2006

selengkapnya

29 April 2006 00:45:00

KISAH DARI LERENG MERAPI (Bagian 2)

Tim "MerapiKini" kembali datang ke Dusun Deles, Klaten. Tentunya tim datang dengan penuh cemas dan merasa Merapi makin dekat untuk mengeluarkan isinya. Seperti pada kedatangan kami yang pertama, keadaan jalan Dusun Deles pun masih tetap, belum ada perubahan dan justru lebih berbahaya karena licin setelah terkena hujan. Kami melalui jalur yang sama, yaitu lewat Cangkringan (Sleman), Kali Woro, dan sampailah ke Dusun Deles.

selengkapnya

29 April 2006 00:44:00

KISAH DARI LERENG MERAPI (Bagian 1)

Kamis, 20 April 2006, penulis beserta rekan-rekan radio komunitas Yogyakarta tertantang dengan adanya berita tentang "ulah Gunung Merapi yang mulai Hiperaktif ". Oleh karena itu, penulis beserta rekan menguatkan nyali untuk datang ke sebuah dusun yang cukup dekat dengan puncak merapi, yaitu Dusun Deles. Dusun ini masuk ke wilayah Kabupaten Klaten.

selengkapnya

2
Arsip ANALISIS
2
-->
USER LOGIN
UserID
Passwd
Shoutbox
21.11.2009
xx di
parahnya lagi Teman2 Gam Mikire dah tenanan prihatin di sangka golek untung, trus di ganjal programe,.. itu cuma saya dengar dari angin lalu heee
20.11.2009
TYECK di
buat kris yang pernah kkn di tegal mulyo kalo masalah itu tinggal kebijakan perut mas.Di tahun 2000 kami bersama warga bahu membahu mendapatkan sumber air, selama 3 tahun bahkan sampai sekarang belum dapat kami maksimalkan
20.11.2009
TYECK di
buat mr xx > memang kadang kita sendiri bingung dengan klaten sebagai warga kecil pingin sekali membrikan kontribusi ke klaten tapi ganjalan birokrasi yang diselingi pembohongan.
17.11.2009
xx di
jangan Heran Saudaraku Yg Pernah KKN di Tegalmulyo,.. 2006 ada Investor (hibah) dari Malaysia gagal karena ternyata sumber air yang di tunjukan teman2 FKLM di sungai Krasak Sudah tidak Berbekas,.. Rencananya Donatur tersebut hanya ingin Bantu naikan air tsb dengan dana 1.6Milyar,.. yaaa,.. itulah Klaten kebijakan berkedok dukung Rakyat tetapi... Jawab sendiri //
17.11.2009
kris di
1997, harga air 1 tangki 50 rb & hanya sampai jayan. krn hrs beli maka sy (& kami) diajak belajar u/ menghargai air. wkt itu, pernah tertunjuk (o/ org pintar) bhw dpn rmh pak kuwat (mantan kades) tdpt sumber air (mskp dlm jg). namun tdk dpt terlaksana krn biaya besar (beli pompa & ongkos) & mempengaruhi bangunan musholla dpn rmh beliau. ya, itu yg s4 kami singgung dg mslh air.
oya, th lalu sy maen ke desa ini. astaga...jln2 pd hancur & kebun2 pd rusak krn penambangan pasir+batu. saat naek dkt sd gondang s4 jatuh krn jln mjd tumpukan debu. ya, jd sedih (plg lewat jln sidareja, jg hancur). knp, hrs digali dgn merusak lingkungan (kebun/ladang) & jln?
:-(
17.11.2009
kris di
katur salam dumateng sadherek di tegalmulyo : lucky & atun, harsono, harjono, lantip, mas sri, mas subur, pak daman, dik nia, pak dewa & mas giyo (gondang), pak citro (nglerep/klerep), mas yadi, ugi para kadang sadulur. pripun kabar panjenengan sesami? mugi2 tansah keparingan karahayun.
(nate KKN juli-agustus 1997 lan nyepeng wonten ing ds jayan)
17.11.2009
dewanto di
13.11.2009
SUKIMAN di
Nggo kang tiyelk kalau mau ngisi berita login ada Lintas merapi Hub.Sukiman nanti saya kasih Loginya,dan syarat lainya nuwun
12.11.2009
gabungan anak merapi di
JERITAN WARGA MERAPI AKAN KEBUTUHAN AIR BERSIH DUKUH PAJEGAN,CANGUK,GRINTINGAN,SUMUR DESA TEGALMULYO, KEC. KEMALANG, KLATEN


Musim kemarau selalu dilalui warga dengan kekurangan air bersih, tampungan tadah hujan selalu kurang memenuhi kebutuhan sehari – hari. Ada yang digunakan untuk keluarga saja kurang apalagi untuk memenuhi kebutuhan hewan ternak.
Dalam setiap musim kemarau pengeluaran warga selalu bertambah,karena air tadah hujan yang telah di tampung selama musim hujan telah habis. Sedang harga air selalu bertambah karena sangat beratnya jalan menuju lokasi dengan ketinggian ± 1200 mdpl. Harga per tangki untuk wilayah pajegan, canguk, gritingan desa tegalmulyo Rp200.000,-per tangki dengan kapasitas 5000 liter.
Dengan perhitungan kira – kira kebutuhan air per orang ± 2,5 per liter jika dalam satu keluarga dengan jumlah 4 orang membutuhkkan 10 liter perhari, kebutuhan MCK 80 liter per keluarga, dan 20 liter untuk kebutuhan ternak sehingga dalam satu bulan setiap keluarga membutuhkan (10 + 80 + 20) X 30 = 3300 liter per bulan itu baru untuk kebutuhan pokok. Padahal pengasilan warga hanya dari bertani tadah hujan,jika terjadi kemarau panjang hal ini sangat sekali dirasakan.


Kekeringan yang selalu di alami oleh mayarakat TegalM ulyo, Kemalang ,Klaten menggugah warga untuk kembali membuka sejarah bahwa di sekitar kawasan hutan yang berada di sebelah utara kampong pernah di gunakan oleh jepang sebagai tempat persembunyian tentar a jepang, karena terdapat gua peninggalan jepang .
Kemudian sejarah itu mulai di gali ceritanya dengan menayakan kepada warga yang pernah mengalami jaman penjajahan jepang unutk mencari di mana letak sumber air yang pernak digunakan pada masa tersebut. Dengan di pandu sesepuh desa warga mulai mencari sumber air, pada tahun 2000 sumber air di temukan dengan cara penggalian secara manual. Adapun letak dari sumber air tersebut di luar wialyah perkampungan di dalam kawasan hutan yang sekarang telah berubah menjadi taman nasional, tepatnya di bawah dimana tentara jepang dahulu membuat camp. Penggalian di lakukan selama 2 bulan dengan cara manual, kemudian bersama dengan Gabungan Anak Merapi warga membuat sebuah kepanitian untuk penggalangan dana, akhir tahun 2000 penggalian di lanjutkan tahap pengamanan, dari hasil penggalangan dana sumber air di buat sumur dengan nama Sapu Angin kemudian dengan menggunakan pompa di ambil menuju perkampungan.
Akan tetapi karena jarak sumur dengan perkampungan yang jauh serta beda tinggi tanah yang hampir 100 meter membuat biaya operasional sangat besar.
Pada tahun 2009 penggalian di tambah lagi karena memang sangat dibutuhkannya kebutuhan air bersih sumber iar yang kedua ini jaraknya tidak jauh dari sumber yang pertama sekitar 25 meter . dengan kedalaman yang sama kurang lebih 8 meter air sudah dapat di tarik ke atas.
Akan tetapi lagi – lagi masalah pendanaan yang menjadi kendala, untuk itu dengan penulisan artikel ini dapat menggugah pemerintah ataupun lembaga – lembaga bahwa warga sangat membutuhkan akan sarana air bersih ini. Sehingga uluran tangan pemerintah atau lembaga – lembaga lain dapat membantu akan penderitaan warga Kemalang,Tegalmulyo bagian utara khususnya.
Untuk informasi lebih lengkap dapat di peroleh dari perangkat desa Tegalmulyo Bp SRIJONO ( kadus III), atau bapak Nanto, basecamp pendakian, hotline Setyo, kristanto 081568423005 email gam_merapi@yahoo.co.id
09.11.2009
SUKIMAN di
Pupuk Kandang Naik itu pertanda Bagus ,.. yang lebih baik lagi menjadi mahal artinya petani yang di untungkan,alamnya juga akan lebih baik,, dari petani,untuk petani menghidupi wong cilik,. akan lebih sempurna kalau 100% tanpa pupuk pabrik..
arsip SHOUTBOX
form SHOUTBOX
Tulisan yang anda masukkan dalam shoutbox ini, akan mengalami proses penyaringan yang akan dilakukan oleh editor/penanggungjawab redaksi web
Nama
Email
Di
Message
Autentikasi
Kode
Situs ini dikelola oleh JALIN MERAPI dan Combine Resouce Institution.
Hak cipta dalam dokumen situs ini ada pada masing-masing kontributor.
Diizinkan untuk melakukan penyalinan sebagian atau keseluruhan dokumen serta mendistribusikan seluruh berkas pada segala macam media, dengan ketentuan menyertakan catatan hak cipta dalam dokumen.