|
|
 |
 |
Kirimkan SMS anda ke: 0819-33-277638 dgn diawal kata: merapi <spasi> isi pesan anda |
|
|
| STATUS MERAPI |
 |
Penurunan Status G. Merapi dari Waspada ke Aktif Normal Kami sampaikan bahwa berdasarkan hasil evaluasi data pemantauan Gunungapi Merapi yang dilakukan pada tanggal 1 Nopember 2007 disimpulkan bahwa aktivitas G. Merapi menunjukkan penurunan. Hasil evaluasi data pemantauan sebagai berikut:
I.Kegempaan
Pemantauan kegempaan menunjukkan jumlah yang fluktuatif dengan kecenderungan menurun. Jenis gempa yang muncul adalah gempa permukaan yaitu gempa MP (multiphase) dan guguran lava yang jumlahnya tidak signifikan. Gempa vulkanik, baik dalam maupun dangkal tidak terjadi. Fluktuasi jumlah gempa dangkal terpengaruh oleh gempa tektonik lokal, dimana peningkatan gempa tektonik lokal dalam intensitas tertentu menyebabkan peningkatan jumlah guguran dan sesekali disertai awan panas dalam skala kecil.
II. Emisi Gas
Pengukuran emisi gas SO2 rata-rata 185 ton per hari dengan kisaran pengukuran antara 118 - 291 ton per hari. Emisi gas SO2 yang dilepaskan dari G. Merapi mendekati kondisi normal.
III. Visual
Pengamatan visual selama satu bulan terakhir hanya terlihat aktivitas guguran lava yang menurun, baik secara kuantitas maupun kualitas. Guguran lava yang terjadi tidak pijar, jarak luncurnya < 1 km, dominan ke arah K. Gendol. Awan panas tidak terjadi.
IV. Morfologi Puncak
Morfologi dan volume kubah lava 2006 tidak menunjukkan adanya perubahan yang signifikan sejak tiga bulan terakhir. Kubah lava dalam posisi yang stabil dengan volume sekitar 1 juta m3 ...selengkapnya Merapi, 2-3 Agustus 2006 Berdasarkan hasil analisis data pemantauan, status aktivitas Gunungapi Merapi dinyatakan "SIAGA", terhitung mulai tanggal 12 Juli 2006 pkl. 10.00 WIB. Berdasarkan pengamatan visual tanggal 2 Agustus 2006, keadaan cuaca puncak G. Merapi pada pagi hari cerah. Asap solfatara berwarna putih tebal tekanan lemah, dengan tinggi asap maksimum 200 m, teramati dari Pos Babadan pukul 15.40 WIB. ...selengkapnya Aktifitas Gunungapi Merapi 2 Agustus 2006 ...selengkapnya Perkembangan aktifitas Gunungapi Merapi 31 Juli - 1 Agustus 2006 Berdasarkan hasil analisis data pemantauan, status aktivitas Gunungapi Merapi dinyatakan "SIAGA", terhitung mulai tanggal 12 Juli 2006 pkl. 10.00 WIB. Berdasarkan pengamatan visual tanggal 31 Juli 2006, keadaan cuaca puncak Gunungapi Merapi pada pagi dan malam hari cerah, sedangkan siang dan sore hari berkabut. Asap solfatara berwarna putih tipis tekanan lemah, dengan tinggi asap maksimum 400 m, teramati dari Pos Babadan pukul 05.15 WIB. ...selengkapnya Perkembangan Aktifitas Gunungapi Merapi 30-31 Juli 2006 Pukul 06.00 WIB Berdasarkan hasil analisis data pemantauan, status aktivitas Gunungapi Merapi dinyatakan "SIAGA", terhitung mulai tanggal 12 Juli 2006 pkl. 10.00 WIB. Berdasarkan pengamatan visual tanggal 30 Juli 2006, keadaan cuaca puncak Gunungapi Merapi pada pagi dan malam hari cerah, sedangkan siang dan sore hari berkabut. Asap solfatara berwarna putih tebal tekanan lemah, dengan tinggi asap maksimum 150 m, teramati dari Pos Babadan pukul 05.30 WIB. ...selengkapnya | |
 |
| PUSAT INFORMASI |
 |
Siswa baru ikuti MOS dengan "Perploncoan" Magelang- Hari ke-Dua pelaksanaan Masa Orientasi Siswa Baru (MOS) di Kabupaten Magelang, di beberapa sekolah, masih banyak siswa baru yang diharuskan mengenakan atribut perlengkapan tambahan yang dapat mengarah perploncoan. Padahal Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga setempat telah memberikan himbuan kepada seluruh Kepala Sekolah agar pelaksanaan Masa Orientasi Siswa tidak menjadi ajang perploncoan.
di SMU Muhamadiah 1 Muntilan, Magelang misalnya, seluruh siswa baru di wajibkan mengenakan perlengkapan dan atribut yang aneh atau nyleneh, topi yang dipakai berasal dari pot tanaman yang dihiasi tali rafiah. belum lagi, beberapa permen dibuat layaknya kalung yang dilingkarkan di leher dilengkapi dengan sayuran wortel, bawang putih, dan uang koin. selain itu, atribut yang terbuat dari bahan daun kelapa muda digunakan layaknya pakaian. ...selengkapnya 93,20% Siswa SMK Lulus Ujian Nasional Magelang – Hasil Ujian Nasional (Unas) tahun 2009 tingkat SMA/MA dan SMK di Kabupaten Magelang, tingkat kelulusannya meningkat jika dibanding tahun 2008 lalu. Padahal, standar kelulusan telah ditingkatkan dari 5,25 menjadi 5,50. Menurut Drs Haryono, Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Fasilitator Pendidikan Tinggi dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Magelang mengatakan, peningkatan kelulusan itu membuktikan jika pelaksanaan pendidikan diwilayahnya berhasil. “Meski belum seratus persen, namun kami cukup bangga dengan hasil yang dicapai pada tahun ini. Namun demikian, kami tidak akan terlena. Kami akan tingkatkan lagi pada tahun depan,” Papar Haryono dikantornya (16/06)
...selengkapnya KPU Kabupaten Magelang siapkan 16 Millyar untuk Pilpres Magelang- Dalam penyelenggaraan pemilu presiden dan wakil presiden 8 Juli mendatang. KPU Kabupaten Magelang menyiapkan dana sebesar Rp.16 Miliar.Anggaran tersebut juga termasuk untuk penyelenggaraan pemilu presiden putaran kedua apabila di mungkinkan. Ali Wafa, anggota KPU Kabupaten Magelang Divisi Keuangan dan Logistik menjelaskan sesuai Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) , total anggaran untuk penyelenggaraan pemilu baik pemilu legislatif maupun pemilu presiden di Kabupaten Magelang sebesar Rp. 35 Miliar.Dana itu seluruhnya berasal dari anggaran keuangan pemerintah pusat (APBN).“Untuk pemilu legislatif kemarin, yang sudah terpakai sebanyak Rp.19 Miliar, dengan rincian sekitar 70 persen untuk belanja logistic.” Papar Ali wafa di kantornya (15/05)
Dalam pelaksanaan pemilu legislatif kemarin, rata-rata pagu anggaran untuk masing-masing PPK sebesar Rp. 46 juta, sementara untuk tingkat PPS rata-rata setiap TPS sekitar Rp. 4,5 juta.Anggaran tersebut diantaranya untuk honorarium KPPS, pengiriman hasil perhitungan suara, kegiatan bimbingan teknis (bintek). Terpisah, Banu Sutiaryono Plt Sekretaris KPU Kabupaten Magelang, menambahkan, untuk peyelenggaraan pemilu baik legislatif maupun pemilu presiden tidak ada tambahan anggaran dari pemerintah kabupaten (APBD).
“Kalaupun ada bantuan dari pemkab (APBD), tidak berupa uang, Melainkan dalam bentuk bantuan fasilitasi gedung maupun tenaga, seperti bantuan dukungan tenaga dalam proses verifikasi atau pemutakhiran data pemilih.” Tambah Banu. (Ahmad Muslim)...selengkapnya 20% Pengidap HIV AIDS Magelang, Anak usia dibawah 5 tahun Magelang- Jumlah penderita HIV AIDS di Kota Megelang yang terdata pada Kelompok dukungan sebaya orang dengan HIV AIDS (KDS ODA) mencapai 29 penderita, dan 20% diantaranya adalah anak-anak usia 2 hingga 3 tahun.
Rahar Joko Prasasto, koordinator KDS ODA Kota Magelang, menyebutkan dari 29 penderita tersebut, paling dominan adalah perempuan yang mencapai 60 %, sedangkan untuk laki-laki 20%, dan dari total 29 penderita, 20% diantaranya anak-anak yang tertular melalui orang tuanya yang memang sudah terinveksi virus HIV AIDS terlebih dahulu. “Para penderita HIV AIDS tersebut kebanyakan berfrofesi sebagai kepala rumah tangga juga ibu rumah tangga. Serta karyawan.” Papar Joko disekretariat KDS ODA Cabang kota magelang selasa (11/05)
Beberapa hal yang telah dilakukan oleh KDS ODA, menurut Joko adalah penyuluhan ke daerah- daerah komunitas yang beresiko tersebar virus HIV AIDS, yakni seperti SMA-SMA, Kelompok Perempuan PKK, Lokalisasi, kemudian kelompok Lelaki Suka Lelaki (LSL), serta Kelompok Trans Jender (Waria). Sementara itu seorang Pria ODA (Orang dengan HIV AIDS) di Kota Magelang, Yang berhasil di wawancarai, namun enggan disebutkan namanya, Pria tersebut mengaku semula dirinya di diskriminasi oleh masyarakat lingkunganya, namun setelah dirinya menemukan komunitas ODA, dirinya meresa lebih lega karena bisa menemukan orang yang sama-sama mengiudap penyakit yang sama. (Ahmad Muslim)
...selengkapnya Peringati Hardiknas, Mantan Pedagang Asongan Bagikan 400 Buku Gratis Magelang- Banyak cara dilakukan dalam rangka memperingati hari pendidikan nasional. seperti yang dilakukan salah seorang mantan pedagang asongan, di magelang, jawa tengah. hari pendidikan nasional diperingati dengan membagi-bagikan buku kepada pedagang asongan di komplek objek wisata candi borobudur.
hani sutrisno warga wanurejo, borobudur, magelang. mantan pedagang asongan, yang kini telah sukses mengelola sekaligus pemilik lembaga pendidikan khusus (lpk) di magelang. dirinya membagikan berbagai macam buku kepada para pedagang asongan di komplek objek wisata candi borobudur, sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan.
menurut hani sutrisno, selain memperingati hari pendidikan nasional, kegiatan ini diharapkan dapat membantu para pedagang asongan yang minim pengetahuan, khususnya bahasa inggris. sehingga diharapkan dengan membaca buku dapat memberikan tambahan pengetahuan. “Kami juga berharap kepada pemerintah agar lebih meningkatkan perhatiannya terhadap pendidikan bukan hanya pendidikan formal saja, namun juga pendidikan non formal…” Pinta Hani.
Sementara menurut salah seorang pedagang asongan yang masih duduk dikelas 2 sekolah dasar, abdul hamid, kepada reporter K-FM mengaku senang dengan kegiatan pemberian buku semacam ini. terlebih lagi buku-buku tersebut dibagikan secara gratis.
Dalam kegiata tersebut sebanyak 400 buku, mulai dari buku bahasa inggris, pengetahuan umum, hingga buku berisi motivasi diberikan kepada para pedagang asongan di sekitar objek wisata candi borobudur.
Hani berharap dengan kegiatan semacam ini dapat menjadi contoh positif untuk diteladani oleh masyarakat luas, sehingga semakin memajukan dunia pendidikan di indonesia. (Ahmad Muslim)
...selengkapnya | |
 |
| MEDIS |
 |
|
|
 |
|
|
 |
|