|Halaman Utama |Peta Situs |Tentang Kami |
, 11 Sep 2010
Bahasa/Language
GIS JALIN MERAPI
Google Maps GIS
Streaming JALIN MERAPI
Live Stream!. [Ogg Player]
INFO MERAPI
EKONOMI LOKAL
LINGKUNGAN
BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL
WARGA BICARA
ANALISIS
SERBA-SERBI
PARIWISATA
PENANGGULANGAN BENCANA
KLIPING
SIAGA MERAPI
STATUS MERAPI
PUSAT INFORMASI
MEDIS
GALERI FOTO
STATISTIK WEB
Total klik : 656690
Pengunjung : 16863
Klik Dalam 24jam: 452
Yang Lagi Online: 6
RADKOM JALIN MERAPI
Radio Komunitas DRR FM
Radio Komunitas Sutet FM
Rakom KFM
Rakom Lintas Merapi
Rakom MMC FM
hotline sms
Kirimkan SMS anda ke: 0819-33-277638 dgn diawal kata:
merapi <spasi> isi pesan anda
RSS Feed
STATUS MERAPI
2

Penurunan Status G. Merapi dari Waspada ke Aktif Normal

Kami sampaikan bahwa berdasarkan hasil evaluasi data pemantauan Gunungapi Merapi yang dilakukan pada tanggal 1 Nopember 2007 disimpulkan bahwa aktivitas G. Merapi menunjukkan penurunan.
Hasil evaluasi data pemantauan sebagai berikut:

I.Kegempaan

Pemantauan kegempaan menunjukkan jumlah yang fluktuatif dengan kecenderungan menurun. Jenis gempa yang muncul adalah gempa permukaan yaitu gempa MP (multiphase) dan guguran lava yang jumlahnya tidak signifikan. Gempa vulkanik, baik dalam maupun dangkal tidak terjadi. Fluktuasi jumlah gempa dangkal terpengaruh oleh gempa tektonik lokal, dimana peningkatan gempa tektonik lokal dalam intensitas tertentu menyebabkan peningkatan jumlah guguran dan sesekali disertai awan panas dalam skala kecil.

II. Emisi Gas

Pengukuran emisi gas SO2 rata-rata 185 ton per hari dengan kisaran pengukuran antara 118 - 291 ton per hari. Emisi gas SO2 yang dilepaskan dari G. Merapi mendekati kondisi normal.

III. Visual

Pengamatan visual selama satu bulan terakhir hanya terlihat aktivitas guguran lava yang menurun, baik secara kuantitas maupun kualitas. Guguran lava yang terjadi tidak pijar, jarak luncurnya < 1 km, dominan ke arah K. Gendol. Awan panas tidak terjadi.

IV. Morfologi Puncak

Morfologi dan volume kubah lava 2006 tidak menunjukkan adanya perubahan yang signifikan sejak tiga bulan terakhir. Kubah lava dalam posisi yang stabil dengan volume sekitar 1 juta m3

...selengkapnya

Merapi, 2-3 Agustus 2006

Berdasarkan hasil analisis data pemantauan, status aktivitas Gunungapi Merapi dinyatakan "SIAGA", terhitung mulai tanggal 12 Juli 2006 pkl. 10.00 WIB.

Berdasarkan pengamatan visual tanggal 2 Agustus 2006, keadaan cuaca puncak G. Merapi pada pagi hari cerah. Asap solfatara berwarna putih tebal tekanan lemah, dengan tinggi asap maksimum 200 m, teramati dari Pos Babadan  pukul 15.40 WIB.

...selengkapnya

Aktifitas Gunungapi Merapi 2 Agustus 2006

 

...selengkapnya

Perkembangan aktifitas Gunungapi Merapi 31 Juli - 1 Agustus 2006

Berdasarkan hasil analisis data pemantauan, status aktivitas Gunungapi Merapi dinyatakan "SIAGA", terhitung mulai tanggal 12 Juli 2006 pkl. 10.00 WIB. Berdasarkan pengamatan visual tanggal 31 Juli 2006, keadaan cuaca puncak Gunungapi Merapi pada pagi dan malam hari cerah, sedangkan siang dan sore hari berkabut. Asap solfatara berwarna putih tipis tekanan lemah, dengan tinggi asap maksimum 400 m, teramati dari Pos Babadan pukul 05.15 WIB.

...selengkapnya

Perkembangan Aktifitas Gunungapi Merapi 30-31 Juli 2006 Pukul 06.00 WIB

Berdasarkan hasil analisis data pemantauan, status aktivitas Gunungapi Merapi dinyatakan "SIAGA", terhitung mulai tanggal 12 Juli 2006 pkl. 10.00 WIB. Berdasarkan pengamatan visual tanggal 30 Juli 2006, keadaan cuaca puncak Gunungapi Merapi pada pagi dan malam hari cerah, sedangkan siang dan sore hari berkabut. Asap solfatara berwarna putih tebal tekanan lemah, dengan tinggi asap maksimum 150 m, teramati dari Pos Babadan pukul 05.30 WIB.

...selengkapnya

2
PUSAT INFORMASI
2

Membangun Kesiapsiagaan Menjadi Tanggung Jawab Bersama


 Kesiapsiagaan dalam menanggulangi bencana Alam menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai masyarakat secara individu, keluarga,kelompok, mengingat Indonesia sebagai gudangnya ancaman bencana , tugas LSM , Akademisi dan Pemerintah harusnya hanyalah mendorong secara terus-menerus mewujudkan kesiapsiagaan di komunitas/masyarakat, sebab jikalau semua masyarakat sudah mampu menanggulangi bencana, tentu saja ancaman hanya sebagai kejadian biasa yang tidak menguras tenaga, pikiran, maupun biaya.

Tetapi kadang menjadi sesuatau yang aneh bagi pemerintah yang hanya suka dan senang menangani proyek untuk penangan Bencana,atau pemulihan bencana.Padahal pemerintah secara person juga sebagai masyarakat yang sama menanggung risiko bencana jika terjadi bencana. Sebagai masyarakat sering kami mengkhawatirkan dengan kesiapsiagaan Pemerintah ,LSM,dan Akademisi.

Sebab sebagian besar masyarakat belum siap hidup nyaman di kawasan ancaman artinya belum membangun kesiapsiagaan di komunitasnya. Kalau saja semua pihak bisa Melaksanakan Peranya sesuai dengan Kewajiban dan tanggungjawabnya Kami yakini Indonesia menjadi Wisata Kejadian Alam bukan Gudangnya Bencana.Kesibkan sebelum kejadian harusnya terus dilakukan agar terwujud kenyamanan masyarakat berteman dengan ancaman, bersahabat dengan risiko.

Aneh Tapi Nyata::

Kami masyarakat sering melihat Program pemerintah tentang tanggap bencana misalnya sibuk sosialisasi di Desa/Balai Desa, lucunya kadang tidak mengundang ahlinya, Misal : sosialisasi gempa, tidak melibatkan ahli gempa, tentang Gunung api tidak
bersama ahli Gunung api,atau sekedar mengatakan kalo nanti kejadian mengungsi disini,disana, atau pemerintah sudah siapkan dokter,Puskesmas,team Medis,yang lebih menyakitkan bagi kami di sediakan peti mati., belum lagi biasanya
yang di undang terbatas atau hanya tokoh masyarakat yang mempunyai kedekatan dengan pak lurah/Kades saja.dan biasanya pula saat kejadian biasanya tidak ada apapun di lokasi,seperti yang di ceritakan saat sosialisai .

Karena itu saya melihat sangat penting dan mendesak untuk dilakukan mendorong kesiapsiagaan di semua komunitas sesuai dengan prakiraan kejadian di masing-masing komunitas.karena sering kelompok masyarakat yang mempunyai kegiatan atau Protap Desa/Komunitas malah tidak di libatkan dalam kegiatan-kegiatan penanggulangan bencana dengan alasan  mereka (komunitas tsb, sudah mempunyai teman lain yang memihaki (misal LSM )

...selengkapnya

Siswa baru ikuti MOS dengan "Perploncoan"

 

Magelang- Hari ke-Dua pelaksanaan Masa Orientasi Siswa Baru (MOS) di Kabupaten Magelang, di beberapa sekolah, masih banyak siswa baru yang diharuskan mengenakan atribut perlengkapan tambahan yang dapat mengarah perploncoan.  Padahal Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga setempat telah memberikan himbuan kepada seluruh Kepala Sekolah agar pelaksanaan Masa Orientasi Siswa tidak menjadi ajang perploncoan.

di SMU Muhamadiah 1 Muntilan, Magelang misalnya, seluruh siswa baru di wajibkan mengenakan perlengkapan dan atribut yang aneh atau nyleneh, topi yang dipakai berasal dari pot tanaman yang dihiasi tali rafiah. belum lagi, beberapa permen dibuat layaknya kalung yang dilingkarkan di leher dilengkapi dengan sayuran wortel, bawang putih, dan uang koin. selain itu, atribut yang terbuat dari bahan daun kelapa muda digunakan layaknya pakaian.

...selengkapnya

93,20% Siswa SMK Lulus Ujian Nasional

Magelang – Hasil Ujian Nasional (Unas) tahun 2009 tingkat SMA/MA dan SMK di Kabupaten Magelang, tingkat kelulusannya meningkat jika dibanding tahun 2008 lalu. Padahal, standar kelulusan telah ditingkatkan dari 5,25 menjadi 5,50.


Menurut Drs Haryono, Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Fasilitator Pendidikan Tinggi dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Magelang mengatakan, peningkatan kelulusan itu membuktikan jika pelaksanaan pendidikan diwilayahnya berhasil. “Meski belum seratus persen, namun kami cukup bangga dengan hasil yang dicapai pada tahun ini. Namun demikian, kami tidak akan terlena. Kami akan tingkatkan lagi pada tahun depan,” Papar Haryono dikantornya (16/06)

...selengkapnya

KPU Kabupaten Magelang siapkan 16 Millyar untuk Pilpres

Magelang- Dalam penyelenggaraan pemilu presiden dan wakil presiden 8 Juli mendatang. KPU Kabupaten Magelang menyiapkan dana sebesar Rp.16 Miliar.Anggaran tersebut juga termasuk untuk penyelenggaraan pemilu presiden putaran  kedua apabila di mungkinkan. Ali Wafa, anggota  KPU Kabupaten Magelang Divisi Keuangan dan Logistik menjelaskan sesuai Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) , total anggaran untuk penyelenggaraan pemilu baik pemilu legislatif maupun pemilu presiden di Kabupaten Magelang sebesar Rp. 35 Miliar.Dana itu seluruhnya berasal dari anggaran keuangan pemerintah pusat (APBN).“Untuk pemilu legislatif kemarin, yang sudah terpakai sebanyak Rp.19 Miliar, dengan rincian sekitar 70 persen untuk belanja logistic.” Papar Ali wafa di kantornya (15/05)

Dalam pelaksanaan pemilu legislatif kemarin, rata-rata pagu anggaran untuk masing-masing PPK sebesar Rp. 46 juta, sementara untuk tingkat PPS rata-rata setiap TPS sekitar Rp. 4,5 juta.Anggaran tersebut diantaranya untuk honorarium KPPS, pengiriman  hasil perhitungan suara, kegiatan bimbingan teknis (bintek). Terpisah, Banu Sutiaryono Plt Sekretaris KPU Kabupaten Magelang, menambahkan, untuk peyelenggaraan pemilu baik legislatif maupun pemilu presiden tidak ada tambahan anggaran dari pemerintah kabupaten (APBD).

“Kalaupun ada bantuan dari pemkab (APBD), tidak berupa uang, Melainkan dalam bentuk bantuan fasilitasi gedung maupun tenaga, seperti bantuan dukungan tenaga dalam  proses verifikasi atau pemutakhiran data pemilih.” Tambah Banu. (Ahmad Muslim)

...selengkapnya

20% Pengidap HIV AIDS Magelang, Anak usia dibawah 5 tahun

Magelang- Jumlah penderita HIV AIDS di Kota Megelang yang terdata pada Kelompok dukungan  sebaya orang dengan HIV AIDS (KDS ODA) mencapai 29 penderita, dan 20% diantaranya adalah anak-anak usia 2 hingga 3 tahun.

Rahar Joko Prasasto, koordinator KDS ODA Kota Magelang, menyebutkan dari 29 penderita tersebut, paling dominan adalah perempuan yang mencapai 60 %, sedangkan untuk laki-laki 20%, dan dari total 29 penderita, 20% diantaranya anak-anak yang tertular melalui orang tuanya yang memang sudah terinveksi virus HIV AIDS terlebih dahulu. “Para penderita HIV AIDS tersebut kebanyakan berfrofesi sebagai kepala rumah tangga juga ibu rumah tangga. Serta karyawan.” Papar Joko disekretariat KDS ODA Cabang kota magelang selasa (11/05)

Beberapa hal yang telah dilakukan oleh KDS ODA, menurut Joko adalah penyuluhan ke daerah- daerah komunitas yang beresiko tersebar virus HIV AIDS, yakni seperti SMA-SMA, Kelompok  Perempuan PKK, Lokalisasi, kemudian kelompok Lelaki Suka Lelaki (LSL), serta Kelompok Trans Jender (Waria). Sementara itu seorang Pria ODA (Orang dengan HIV AIDS) di Kota Magelang, Yang berhasil di wawancarai, namun enggan disebutkan namanya, Pria tersebut mengaku semula dirinya di diskriminasi oleh masyarakat lingkunganya, namun setelah dirinya menemukan komunitas ODA,  dirinya meresa lebih lega karena bisa menemukan orang yang sama-sama mengiudap penyakit yang sama. (Ahmad Muslim)

...selengkapnya

2
MEDIS
2
2
-->
USER LOGIN
UserID
Passwd
Shoutbox
08.09.2010
Mbahguru di
ngikut kegiatan gimana caranya? Maksih
08.09.2010
Mbahguru di
bisa enggak ya,aku jadi komunitas ini.
08.09.2010
Nizam di
yang tau info ttg jagung unyil, please kontak or email di 087888973920/nzm7576@yahoo.com
08.09.2010
Nizam di
Minta tolong yg punya kontak petani jagung unyil, lagi BU nih...thx
30.08.2010
misel di
makasih dan hormat saya kpd blog ini,krn sbgai obat rindu saya kpd kampung halaman saya,SELO,..
27.08.2010
uni di
apa aktivitas merapi saat ini?
10.08.2010
12 di
http://getpropills.com/xenical.php
13.06.2010
atik di
semoga acara hari ini berjalan lancar
13.06.2010
atik di
semoga acara hari ini berjalan lancar.
11.06.2010
radio madufm di
salam dari kami radio komunitas madufm tulungagung jawa timur
arsip SHOUTBOX
form SHOUTBOX
Tulisan yang anda masukkan dalam shoutbox ini, akan mengalami proses penyaringan yang akan dilakukan oleh editor/penanggungjawab redaksi web
Nama
Email
Di
Message
Autentikasi
Kode
Situs ini dikelola oleh JALIN MERAPI dan Combine Resouce Institution.
Hak cipta dalam dokumen situs ini ada pada masing-masing kontributor.
Diizinkan untuk melakukan penyalinan sebagian atau keseluruhan dokumen serta mendistribusikan seluruh berkas pada segala macam media, dengan ketentuan menyertakan catatan hak cipta dalam dokumen.